Pulau Lutungan adalah salah satu destinasi wisata bahari yang bisa dicapai sekitar 25 menit perjalanan laut menggunakan perahu dari Kota Toli-Toli, Sulawesi Tengah.
Pulau yang berada di sisi barat kota ini terkenal dengan hamparan pasir putihnya yang bersih serta air laut jernih berkilauan.
Keindahan bawah lautnya juga tak kalah memikat, dengan beragam ikan dan terumbu karang yang menjadikannya surga bagi para penyelam maupun pencinta alam laut.
Selain panorama alam, Pulau Lutungan memiliki nilai sejarah dan spiritual yang penting bagi masyarakat setempat.
Di pulau ini terdapat makam Raja Toli-Toli, Syaefudin Bantilan, yang memimpin pada tahun 1859–1867.
Sosok raja yang diyakini sakti tersebut adalah keturunan Raja Mohammad Yusuf Syaiful Muluk Muidjuddin atau Malatuang.
Kehadiran makam tersebut membuat pulau ini dipandang sakral dan dihormati.
Dahulu, sebelum disebut Lutungan, masyarakat Toli-Toli menamai kawasan ini Tando Kanau atau Tanjung Enau, karena banyaknya pohon enau yang tumbuh di sekitarnya.
Pohon enau sendiri memiliki makna filosofis bagi masyarakat lokal.
Selain menjadi bahan utama pembuatan gula aren, pohon ini dipercaya mampu menangkal petir.
Buahnya, kolang-kaling, kerap dijadikan hidangan penutup yang menyegarkan.
Kombinasi antara pesona alam, sejarah, budaya, dan nilai spiritual menjadikan Pulau Lutungan salah satu destinasi unggulan di Toli-Toli.- *