TERASJABAR.ID – Dalam rekaman video yang beredar, terlihat rantis Brimob melaju di tengah kerumunan hingga menabrak seorang pengemudi ojol yang akhirnya meninggal dunia.
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, membenarkan kejadian tersebut. Kendaraan yang disebut-sebut terlibat adalah Rantis Rimueng, salah satu kendaraan serbaguna yang biasa digunakan dalam berbagai operasi lapangan.
Rantis Rimueng dirancang untuk mendukung beragam kebutuhan operasional, mulai dari patroli jarak jauh, pengendalian massa, pengamanan pejabat penting (VVIP), hingga misi tempur.
Nama “Rimueng” sendiri diambil dari bahasa Aceh yang berarti “harimau”, simbol ketangguhan dan kekuatan.
BACA JUGA: Driver Ojol Tewas Terlindas Rantis Brimob, Kapolri: Saya Mohon Maaf
Dari segi dimensi, kendaraan ini memiliki panjang 5,33 meter dengan daya angkut hingga 12 personel: empat orang di dalam kabin serta delapan personel tambahan yang bisa berdiri pada pijakan kaki di sisi luar kendaraan.
Untuk perlindungan, bodinya dilapisi baja penuh (full body armor plate) serta kaca jendela berstandar NIJ level 3 yang mampu menahan tembakan peluru dari berbagai senjata.
Dari sisi performa, Rimueng ditenagai mesin 3.200 cc yang sanggup melaju hingga 100 km/jam di jalan kota.
Kendaraan ini juga mampu melewati tanjakan dengan kemiringan sampai 60 derajat, sehingga efektif digunakan di berbagai medan sulit.
Sebagai kendaraan taktis, Rimueng dibekali dudukan senjata (mounting gun) untuk senapan serbu.
Selain itu, terdapat dua peluncur gas air mata tipe Volcano kaliber 38 mm, yang bisa menembakkan 15 peluru gas air mata sekaligus secara otomatis atau lima peluru secara manual.-***