TERASJABAR.ID – Komisi XII DPR RI menilai wilayah Indonesia Timur membutuhkan penguatan sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) menyusul tantangan geografis yang terpisah-pisah, yang kerap memengaruhi ketersediaan energi.
Penguatan ini dianggap krusial agar pasokan BBM tetap stabil meski terjadi gangguan distribusi.
Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Haryadi, mendorong Pertamina untuk menyiapkan cadangan alternatif dan bunker penyimpanan BBM sebagai langkah antisipatif menghadapi situasi darurat.
Ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan perusahaan energi dalam menangani gangguan tak terduga, seperti kecelakaan atau putusnya akses jalan, agar pasokan BBM tetap terjaga.
“Kita berharap Pertamina memiliki alternatif atau penguatan terhadap bunker-bunker penyebaran BBM. Jadi jika terjadi insiden yang di luar dugaan, penanganannya tetap bisa cepat,” ujarnya, seperti ditulis Parlementaria pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
Bambang menekankan perlunya sistem reaksi cepat dalam menghadapi kondisi darurat distribusi energi, terutama di daerah Indonesia Timur yang memiliki wilayah terpisah-pisah.
BACA JUGA: Ketua DPR: Aspirasi Rakyat Didengar, Polisi Harus Usut Tuntas Tragedi Rantis Brimob
Penguatan sistem distribusi dan mekanisme pengamanan menjadi hal yang penting agar pasokan BBM tidak terganggu.
Selain itu, politisi Fraksi Gerindra ini mengusulkan pembentukan buffer stock atau cadangan energi di titik-titik strategis sebagai langkah antisipatif jika terjadi kendala pengiriman.
Contohnya, keterlambatan distribusi BBM di Labuan Bajo akibat cuaca buruk yang menghambat pengiriman kapal.
“Kejadian di Labuan Bajo menunjukkan pentingnya memiliki cadangan energi yang siap digunakan saat pengiriman terhambat,” jelasnya.
Melalui upaya ini, Komisi XII DPR RI berharap distribusi BBM di wilayah Indonesia Timur menjadi lebih tangguh, transparan, dan mampu menghadapi tantangan geografis maupun kondisi darurat dengan cepat.
Penguatan sistem distribusi dan penyediaan cadangan strategis diharapkan mampu menjaga ketersediaan BBM serta meningkatkan ketahanan energi di daerah-daerah yang sulit dijangkau.-***