terasjabar.id
Selasa, 27 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Selasa, 27 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Bandung Raya

Bandung Mantapkan Langkah Ajukan Kawasan Asia Afrika ke UNESCO

Tiah SM by Tiah SM
16 Okt 2025 18:18
in Bandung Raya
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Bandung Mantapkan Langkah Ajukan Kawasan Asia Afrika ke UNESCO

TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung semakin serius mendorong kawasan Konferensi Asia Afrika (KAA) agar diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

Langkah konkret itu diwujudkan lewat Simposium Pengusulan Kawasan Konferensi Asia Afrika sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO yang berlangsung di Hotel Savoy Homann, Kamis (16/10/2025).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, proses menuju pengakuan internasional ini merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama banyak pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga daerah.

“Simposium ini menjadi bagian dari upaya mengumpulkan dokumentasi dan memperkuat langkah kita mendaftarkan kawasan KAA sebagai Memory of the World UNESCO. Harapannya, dalam lima tahun ke depan sudah bisa masuk ke daftar tentatif,” ujar Farhan.

Farhan menegaskan, proses pengajuan tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Diperlukan kedisiplinan, ketekunan, serta koordinasi dengan lembaga terkait seperti ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) yang menjadi penghubung ke Kementerian Kebudayaan dan Kementerian Luar Negeri.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keaslian kawasan bersejarah tersebut, baik dari sisi fisik maupun nilai-nilai perjuangan yang melekat di dalamnya.

“Pemerintah harus memastikan warisan sejarah di kawasan ini tetap utuh. Jangan sampai wajah Kota Bandung berubah hanya karena selera penguasa. Semua harus berlandaskan regulasi dan visi pelestarian,” tegasnya.

Menurut Farhan, penataan ruang dan perlindungan cagar budaya di sepanjang Jalan Asia-Afrika perlu dijaga dengan prinsip keberlanjutan. Kawasan yang menjadi simbol solidaritas Asia-Afrika tahun 1955 itu, kata dia, seharusnya dikelola dengan visi yang berpihak pada sejarah dan karakter kota.

“Pelestarian kawasan ini bukan semata menjaga bangunan tua, tapi menjaga jati diri bangsa. Aspek ekonomi, tata ruang, dan pelindungan budaya harus berjalan seimbang,” tambahnya.

Lebih jauh, Farhan menyebut pelestarian budaya tidak hanya bersifat seremonial, melainkan bagian penting dari pembangunan karakter bangsa.

Ia berharap simposium ini mampu melahirkan rekomendasi strategis yang mempercepat pengajuan kawasan tersebut ke UNESCO.

“Kita perlu disiplin dalam mendokumentasikan dan mendigitalisasi setiap hasilnya agar langkah ke depan lebih terarah,” katanya.

RELATED POSTS

Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung

Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga

“KEBIJAKAN DATANG, DAPUR YANG PADAM”

MENATA KOTA TANPA PETA JALAN

Dialog yang Tidak Pernah Tuntas”(Ketika Aspirasi Pengusaha Reklame Berujung Kegalauan Kebijakan )

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan bahwa simposium ini menjadi tindak lanjut dari komitmen Bandung menjaga warisan budaya yang memiliki Outstanding Universal Value atau nilai universal luar biasa.

ADVERTISEMENT

“Kegiatan ini bertujuan memperkuat dasar ilmiah dan historis kawasan KAA sekaligus menggalang dukungan lintas sektor sebelum diajukan ke daftar tentatif nasional dan UNESCO,” ujar Adi.

Simposium yang berlangsung dua hari itu menghadirkan pakar dari Kementerian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, serta tim ahli cagar budaya tingkat nasional. Peserta membahas empat topik utama, mulai dari pengakuan warisan dunia hingga strategi pengelolaan tapak sejarah KAA.

Hasil dari kegiatan ini akan dirangkum dalam 20 dokumen strategis berisi rekomendasi, notulensi, dan materi presentasi yang akan menjadi bahan resmi pengajuan ke UNESCO.

Selain itu, hasil simposium juga akan disebarluaskan ke publik untuk memperkuat diplomasi budaya Bandung di level internasional.

“Kami optimistis kawasan Konferensi Asia Afrika akan menjadi bagian dari warisan dunia UNESCO dan mempertegas posisi Bandung sebagai kota sejarah dan budaya dunia,” pungkas Adi.***

Tags: Asia AfrikaBandungUNESCO
ShareTweetSend

Related Posts

Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung
News

Pemkot Bandung Kaji Tiga Skema Masa Depan Kebun Binatang Bandung

12 Jan 2026 19:33
Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga
Berita Utama

Hadapi Ancaman Krisis Sampah, Wali Kota Bandung Tekankan Peran Rumah Tangga

12 Jan 2026 16:14
“KEBIJAKAN DATANG, DAPUR YANG PADAM”
Bandung Raya

“KEBIJAKAN DATANG, DAPUR YANG PADAM”

11 Jan 2026 07:54
MENATA KOTA TANPA PETA JALAN
Berita Utama

MENATA KOTA TANPA PETA JALAN

10 Jan 2026 12:12
Dialog yang Tidak Pernah Tuntas”(Ketika Aspirasi Pengusaha Reklame Berujung Kegalauan Kebijakan )
Bandung Raya

Dialog yang Tidak Pernah Tuntas”(Ketika Aspirasi Pengusaha Reklame Berujung Kegalauan Kebijakan )

10 Jan 2026 05:44
Kunjungan Teh Aanya ke Imigrasi Bandung Soroti Padatnya Layanan dan Mendesaknya Relokasi Kantor
News

Kunjungan Teh Aanya ke Imigrasi Bandung Soroti Padatnya Layanan dan Mendesaknya Relokasi Kantor

9 Jan 2026 16:34
Next Post
KDM Akan Gunakan Pesawat Hadiri Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke 24

KDM Akan Gunakan Pesawat Hadiri Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke 24

Bupati Kuningan: Camat dan Kuwu Agar Memastikan Tidak ada Warganya Yang ‘Kelaparan’

Bupati Kuningan: Camat dan Kuwu Agar Memastikan Tidak ada Warganya Yang 'Kelaparan'

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Hari Ini Sabtu 13 Desember 2025

Jadwal Acara RCTI Sabtu 24 Januari 2026, Ada MasterChef Indonesia S13, Simak Jam Tayangnya

24 Jan 2026 11:01
Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

21 Jan 2026 22:05
Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

24 Jan 2026 12:02
Purna Bakti, Fase yang Harus Disiapkan Secara Terencana, Ini Kata Menteri PANRB

Purna Bakti, Fase yang Harus Disiapkan Secara Terencana, Ini Kata Menteri PANRB

26 Jan 2026 19:11
Koperasi Pesantren Dapat Menjadi ‘Kakak Asuh’ bagi Koperasi Desa Merah Putih, Ini Kata Menkop

Koperasi Pesantren Dapat Menjadi ‘Kakak Asuh’ bagi Koperasi Desa Merah Putih, Ini Kata Menkop

0
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS

BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS

0
Indonesia dan Jepang Perkuat Akses Magang, Prefektur Kagawa Siap Terima Lebih Banyak Pemagang Indonesia

Indonesia dan Jepang Perkuat Akses Magang, Prefektur Kagawa Siap Terima Lebih Banyak Pemagang Indonesia

0
Diskominfo Jabar Sediakan Jaringan Internet di Lokasi Longsor Cisarua KBB

Diskominfo Jabar Sediakan Jaringan Internet di Lokasi Longsor Cisarua KBB

0
Koperasi Pesantren Dapat Menjadi ‘Kakak Asuh’ bagi Koperasi Desa Merah Putih, Ini Kata Menkop

Koperasi Pesantren Dapat Menjadi ‘Kakak Asuh’ bagi Koperasi Desa Merah Putih, Ini Kata Menkop

27 Jan 2026 11:35
Ini Langkah Efektif Menurunkan Gula Darah pada Penderita Diabetes

Ini Langkah Efektif Menurunkan Gula Darah pada Penderita Diabetes

27 Jan 2026 11:33
BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS

BAZNAS Kabupaten Bandung Perkuat Kolaborasi dengan Disnaker dalam Implementasi ZIS

27 Jan 2026 11:15
Indonesia dan Jepang Perkuat Akses Magang, Prefektur Kagawa Siap Terima Lebih Banyak Pemagang Indonesia

Indonesia dan Jepang Perkuat Akses Magang, Prefektur Kagawa Siap Terima Lebih Banyak Pemagang Indonesia

27 Jan 2026 10:43
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.