terasjabar.id
Senin, 9 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Senin, 9 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pantaskah Soeharto Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional?

Herman by Herman
10 Nov 2025 08:10
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Pantaskah Soeharto Dinobatkan Sebagai Pahlawan Nasional?

Oleh: HMU Kurniadi
Peneliti senior IDEALS

ADVERTISEMENT

Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden Soeharto selalu mengundang perdebatan panas. Di satu sisi, ia dianggap Bapak Pembangunan yang membawa Indonesia keluar dari kekacauan pasca-G30S. Namun di sisi lain, ia juga dicatat sebagai penguasa otoriter yang menumpas lawan politik, membungkam kebebasan, dan memperkaya kroninya. Dua wajah Soeharto inilah yang membuat pertanyaan “pantaskah?” terus menggantung di ruang publik.

Perdebatan pemberian gelar pahlawan nasional kepada Soeharto kian memuncak setelah Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf secara resmi mengajukan 49 nama calon penerima gelar Pahlawan Nasional, yang salah satunya Soeharto, kepada Presiden Prabowo melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yang diketuai Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon pada 5 November 2025. Bisa jadi apabila dipaksakan, gelar pahlawan nasional kepada Soeharto yang ditetapkan dengan Keputusan Presiden itu akan ternoda kesakralannya dengan digugat ke meja hijau.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 menegaskan, Pahlawan Nasional adalah sosok yang berjasa luar biasa, berkorban demi bangsa, serta tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang merusak nilai perjuangan. Artinya, kepahlawanan bukan hanya diukur dari hasil pembangunan, tetapi juga dari integritas moral dan kemurnian pengabdian.

Dalam teori sosial, ada dua lensa utama menilai pahlawan. Pertama adalah heroisme moral yakni menempatkan kejujuran, pengorbanan, dan keberanian membela kebenaran sebagai inti kepahlawanan. Yang kedua adalah heroisme pragmatis yakni menilai pahlawan dari manfaat konkret bagi masyarakat, meski cara yang ditempuh bisa penuh kompromi dan kekerasan. Soeharto, tanpa diragukan, hidup di persimpangan dua teori itu.

RELATED POSTS

Bangkitnya Orba, Dari Populisme ke Fasisme

Kepahlawanan dan Kemerdekaan Untuk Kesejahteraan Semua Rakyat 

Generasi Muda Harus Teladani Semangat Pahlawan dan Veteran

INI Video Klarifikasi Pria yang Siram Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Air di Bekasi

Dalam teori klasik, Thomas Carlyle (1841) melalui bukunya On Heroes, Hero-Worship, and the Heroic in History berpendapat bahwa pahlawan adalah individu luar biasa yang mengubah jalannya sejarah melalui kekuatan moral dan keteladanannya.
Namun teori modern seperti Philip Zimbardo (2007) dalam The Lucifer Effect memperluas konsep pahlawan sebagai individu yang berani melawan ketidakadilan, bahkan ketika itu dilakukan melawan sistem yang berkuasa.

Sementara itu, Ernest Becker (1973) dalam The Denial of Death menyebut pahlawan sebagai figur yang menolak kefanaan dengan menciptakan makna abadi bagi masyarakatnya. Dengan demikian, kepahlawanan tidak hanya diukur dari hasil pembangunan, tetapi juga dari dimensi moralitas dan kemanusiaan.

Page 1 of 3
123Next
Tags: pahlawanSoeharto
ShareTweetSend

Related Posts

Bangkitnya Orba, Dari Populisme ke Fasisme
News

Bangkitnya Orba, Dari Populisme ke Fasisme

6 Jan 2026 04:40
Kepahlawanan dan Kemerdekaan Untuk Kesejahteraan Semua Rakyat 
Berita Utama

Kepahlawanan dan Kemerdekaan Untuk Kesejahteraan Semua Rakyat 

4 Nov 2025 12:32
Generasi Muda Harus Teladani Semangat Pahlawan dan Veteran
News

Generasi Muda Harus Teladani Semangat Pahlawan dan Veteran

25 Agu 2025 08:45
INI Video Klarifikasi Pria yang Siram Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Air di Bekasi
News

INI Video Klarifikasi Pria yang Siram Gubernur Jabar Dedi Mulyadi dengan Air di Bekasi

24 Jun 2025 12:25
Next Post
OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Ini Tujuannya

OJK Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, Ini Tujuannya

Cara Manusia Berkomunikasi Tidak Bisa Digantikan Oleh AI, Ini Penjelasan Wamenkomdigi

Cara Manusia Berkomunikasi Tidak Bisa Digantikan Oleh AI, Ini Penjelasan Wamenkomdigi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

Tabrakan Beruntun di Al Jawami Cileunyi Makan Korban Jiwa, Kader Posyandu Akhirnya Meninggal

4 Feb 2026 13:36
Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

Motornya Jatuh, Delia Tewas Tergilas Kontainer di Dayeuhkolot

3 Feb 2026 22:20
Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

Waduh, Ada Macan Tutul Muncul di Pasar Maruyung Pacet, 2 Warga Jadi Korban

5 Feb 2026 11:59
Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

Viral, Satpam Kadin Jabar Gajinya Belum Dibayar 8 Bulan

5 Feb 2026 23:44
164 Tenaga Kerja Asing Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar

164 Tenaga Kerja Asing Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar

0
Kopdes Merah Putih Jadi Simpul Konsolidasi Potensi Desa Terhubung ke Pasar, Ini Penjelasan Wamenkop

Kopdes Merah Putih Jadi Simpul Konsolidasi Potensi Desa Terhubung ke Pasar, Ini Penjelasan Wamenkop

0
Atasi Dampak Tambang Ilegal, Gubernur Jabar Pangkas Rantai Distribusi Material

Pemprov Jabar Akan Tanggung Iuran BPJS Kesehatan Segmen PBI yang Dicoret Kemensos, Ini Kata Gubernur

0
MISTERI KEMATIAN

MISTERI KEMATIAN

0
164 Tenaga Kerja Asing Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar

164 Tenaga Kerja Asing Tanpa RPTKA Terungkap, Kemnaker Denda Perusahaan Rp2,17 Miliar

9 Feb 2026 11:07
Ini Alasan Anak Perlu Belajar Renang Sejak Dini

Ini Alasan Anak Perlu Belajar Renang Sejak Dini

9 Feb 2026 11:03
Kopdes Merah Putih Jadi Simpul Konsolidasi Potensi Desa Terhubung ke Pasar, Ini Penjelasan Wamenkop

Kopdes Merah Putih Jadi Simpul Konsolidasi Potensi Desa Terhubung ke Pasar, Ini Penjelasan Wamenkop

9 Feb 2026 10:50
Atasi Dampak Tambang Ilegal, Gubernur Jabar Pangkas Rantai Distribusi Material

Pemprov Jabar Akan Tanggung Iuran BPJS Kesehatan Segmen PBI yang Dicoret Kemensos, Ini Kata Gubernur

9 Feb 2026 10:27
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.