terasjabar.id
Minggu, 25 Januari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Minggu, 25 Januari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Refleksi Tahun 2025 : Ini Bukan Wisata Alam, Melainkan Industrialisasi Lereng Ciremai

Wawan Hermawan by Wawan Hermawan
3 Jan 2026 19:20
in Lifestyle
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Refleksi Tahun 2025 : Ini Bukan Wisata Alam, Melainkan Industrialisasi Lereng Ciremai

Wisata Gunung Ciremai Diselimuti Awan Tebal

TERASJABAR.ID – Di Jepang, wisata pegunungan dibatasi secara ketat: jumlah pengunjung dikontrol, infrastruktur bersifat ringan dan non-permanen, serta diarahkan pada edukasi lingkungan. Pendekatannya adalah membiarkan alam tetap menjadi subjek, bukan objek. Demikian dikatakan Ikhsan Marzuki aktivis dosis dan inisiator Gerakan KITA, Sabtu (3/1/2026) terkait wisata pegunungan.

Sementara di kawasan Gunung Ciremai, wisata cenderung dimassalkan. Glamping dibuat permanen, restoran, bahkan termasuk pengembangan kawasan wisata terbesar dengan pembangunan hotel di lereng gunung, akses kendaraan intensif, dan modifikasi kontur lereng, menjadi pemandangan yang kian lumrah.

“Ini bukan lagi wisata alam, tapi industrialisasi lereng gunung dengan kemasan hijau. Masalah utamanya bukan pada konsep wisata, melainkan pada keberanian pemerintah menetapkan dan menegakkan batas. Jepang memilih membatasi demi keberlanjutan. Di Ciremai, batas itu sering kali dikompromikan atas nama investasi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegasnya.

Persoalan paling krusial,.ungkap Ikhsan, adalah pengabaian daya dukung kawasan. Setiap izin mungkin terlihat kecil dan legal, tetapi akumulasi puluhan izin di kawasan yang sama menciptakan beban ekologis yang melampaui kemampuan alam untuk pulih.

Di Jepang, ketika daya dukung terlampaui, aktivitas dihentikan. Di Ciremai, pelampauan daya dukung justru kerap “ditata ulang”, bukan dihentikan. “Biaya ekologis dari kebijakan yang salah tidak pernah masuk hitungan PAD. Ia dibayar masyarakat dalam bentuk banjir, longsor, dan krisis air. Dan biaya itu jauh lebih mahal daripada keuntungan jangka panjang,” tandas Ikhsan.

ADVERTISEMENT

Ciremai hari ini menjadi cermin. Apakah kawasan konservasi benar-benar diposisikan sebagai sistem kehidupan, atau sekadar latar belakang indah bagi ekspansi ekonomi?

Menutup tahun ini, refleksi itu menjadi semakin mendesak. “Hutan dan lereng gunung bukan ruang kompromi kebijakan. Zona rehabilitasi bukan ruang negosiasi. Konservasi bukan ornamen pembangunan,” kata Ikhsan.

RELATED POSTS

90 Persen Pemanfaat Air Perut Gunung Ciremai Ilegal

Bali Dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor

Eksotis Wisata Alam TNGC Paling Diminati Wisatawan Domestik

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Capai 1,2 Juta pada November 2025

Destinasi Wisata Rageman Resto&Cafe Tawarkan Konsep Keluarga Terpadu

Jika pelajaran dari Jepang terus diabaikan, bencana ekologis di masa depan bukan lagi risiko, melainkan kepastian –harga mahal dari kegagalan menjaga hulu kehidupan.

Awal tahun 2026 seharusnya menjadi momentum untuk bertanya dengan jujur: apakah kita sedang membangun masa depan, atau justru sedang menggerusnya perlahan dari lereng gunung.*

Tags: Gunung CiremaiRefleksi 2025Wisata
ShareTweetSend

Related Posts

90 Persen Pemanfaat Air Perut Gunung Ciremai Ilegal
Daerah

90 Persen Pemanfaat Air Perut Gunung Ciremai Ilegal

23 Jan 2026 05:15
Bali Dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor
Ekonomi

Bali Dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor

16 Jan 2026 16:54
Eksotis Wisata Alam TNGC Paling Diminati Wisatawan Domestik
Lifestyle

Eksotis Wisata Alam TNGC Paling Diminati Wisatawan Domestik

15 Jan 2026 06:35
Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Capai 1,2 Juta pada November 2025
Ekonomi

Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia Capai 1,2 Juta pada November 2025

5 Jan 2026 16:12
Destinasi Wisata Rageman Resto&Cafe Tawarkan Konsep Keluarga Terpadu
Lifestyle

Destinasi Wisata Rageman Resto&Cafe Tawarkan Konsep Keluarga Terpadu

4 Jan 2026 07:05
“Bandung, Tak Sekedar Destinasi”
Berita Utama

“Bandung, Tak Sekedar Destinasi”

3 Jan 2026 16:19
Next Post
Barcelona Terkendala Finansial, Transfer Aké Masih Jadi Tanda Tanya

Barcelona Bidik Bek Baru di Tengah Keterbatasan Skuad

BKSDA Jabar Minta Kejelasan Bupati Soal Temuan Tanah Status Quo Objek Wisata Linggarjati

BKSDA Jabar Minta Kejelasan Bupati Soal Temuan Tanah Status Quo Objek Wisata Linggarjati

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saksikan MasterChef Indonesia S13, Berikut Jadwal Acara RCTI Hari Ini Sabtu 13 Desember 2025

Jadwal Acara RCTI Sabtu 24 Januari 2026, Ada MasterChef Indonesia S13, Simak Jam Tayangnya

24 Jan 2026 11:01
Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

21 Jan 2026 22:05
Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

Longsor Terjang Cisarua Bandung Barat, Timbun Puluhan Rumah, 6 Orang Dilaporkan Meninggal, 84 Orang Dalam Pencarian

24 Jan 2026 12:02
Pendaftar Tembus 261 Pelamar, Pansel KPI Ajak Talenta Terbaik Kawal Penyiaran Nasional

Pendaftar Tembus 261 Pelamar, Pansel KPI Ajak Talenta Terbaik Kawal Penyiaran Nasional

20 Jan 2026 13:33
Di Rumah Banyak Nyamuk? Usir dengan Tanaman Ini!

Di Rumah Banyak Nyamuk? Usir dengan Tanaman Ini!

0
Flaxseed Oil, Ini Khasiat dan Efek Sampingnya

Flaxseed Oil, Ini Khasiat dan Efek Sampingnya

0
Seorang Selebgram dan Tiktoker Pangandaran Tewas Tertabrak di Malangbong Garut

Seorang Selebgram dan Tiktoker Pangandaran Tewas Tertabrak di Malangbong Garut

0
Angin Puting Beliung Ngamuk di Kuningan Puluhan Pohon Tumbang di 17 Wilayah

Angin Puting Beliung Ngamuk di Kuningan Puluhan Pohon Tumbang di 17 Wilayah

0
Di Rumah Banyak Nyamuk? Usir dengan Tanaman Ini!

Di Rumah Banyak Nyamuk? Usir dengan Tanaman Ini!

25 Jan 2026 11:33
Flaxseed Oil, Ini Khasiat dan Efek Sampingnya

Flaxseed Oil, Ini Khasiat dan Efek Sampingnya

25 Jan 2026 11:05
Seorang Selebgram dan Tiktoker Pangandaran Tewas Tertabrak di Malangbong Garut

Seorang Selebgram dan Tiktoker Pangandaran Tewas Tertabrak di Malangbong Garut

25 Jan 2026 07:02
Angin Puting Beliung Ngamuk di Kuningan Puluhan Pohon Tumbang di 17 Wilayah

Angin Puting Beliung Ngamuk di Kuningan Puluhan Pohon Tumbang di 17 Wilayah

25 Jan 2026 06:47
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.