terasjabar.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Negara, Kekuasaan Keluarga, Demokrasi, dan Paradoks Konflik Global

Herman by Herman
6 Jan 2026 04:57
in Berita Utama, Opini
Reading Time: 8 mins read
A A
0
Negara, Kekuasaan Keluarga, Demokrasi, dan Paradoks Konflik Global

Oleh HMU Kurniadi (Forum Wartawan Kebangsaan)

Konsep negara dalam sejarah manusia tidak pernah lahir dari ruang hampa. Banyak negara modern berakar dari struktur kekuasaan keluarga atau kelompok elite yang memiliki otoritas ekonomi, militer, dan simbolik. Dari monarki absolut, kerajaan feodal, hingga dinasti politik, negara awalnya merupakan perpanjangan dari kehendak keluarga atau kelompok superior yang menguasai wilayah, manusia, dan sumber daya.

ADVERTISEMENT

Seiring waktu, negara-negara tersebut mengalami proses modernisasi dengan mengadopsi prinsip demokrasi, konstitusionalisme, dan kedaulatan rakyat. Namun, modernisasi politik tersebut tidak serta-merta menghapus potensi konflik dan perang. Justru, selama konsep negara tetap eksis, potensi konflik struktural antarnegara akan terus ada.

Negara sebagai Produk Kekuasaan Elite

Dalam perspektif klasik, Max Weber mendefinisikan negara sebagai entitas yang memiliki monopoli penggunaan kekerasan yang sah dalam suatu wilayah tertentu. Definisi ini menegaskan bahwa sejak awal, negara dibangun di atas kemampuan memaksa. Pada fase awal pembentukannya, negara kerap dikendalikan oleh keluarga berkuasa atau elite dominan yang melegitimasi kekuasaan melalui darah, agama, atau tradisi. Konsep ini terlihat jelas pada monarki Eropa, kekaisaran Asia, hingga kerajaan-kerajaan Nusantara.

Teori elitisme politik (Vilfredo Pareto dan Gaetano Mosca) menegaskan bahwa dalam setiap sistem politik, termasuk demokrasi, kekuasaan riil tetap berada di tangan minoritas elite. Demokrasi modern hanya mengubah cara sirkulasi elite, bukan menghapus dominasi mereka. Dengan kata lain, negara tetap menjadi alat kekuasaan kelompok dominan, meskipun dibungkus oleh mekanisme pemilihan umum dan partisipasi rakyat.

RELATED POSTS

Nurul Arifin: Perdamaian AS–Iran Berpotensi Dorong Stabilitas Ekonomi Indonesia

Amerika Serikat Bisa Kehilangan Pulisic di Laga Krusial Kontra Australia

Angka Kematian Jemaah Haji Jawa Timur Tertinggi di Indonesia. 75 Jemaah Wafat di Arab Saudi

Pulisic dan Balogun Antar Amerika Serikat Raih Kemenangan Telak atas Paraguay

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Ke Tanah Air Bertahap 1 – 30 Juni 2026

Modernisasi Demokrasi dan Ilusi Kesetaraan

Modernisasi negara ditandai oleh adopsi demokrasi, hukum tertulis, dan prinsip kesetaraan warga negara. Teori kontrak sosial dari Thomas Hobbes, John Locke, dan Jean-Jacques Rousseau menjelaskan bahwa negara modern dibentuk untuk mencegah kekacauan dan menjamin keamanan bersama. Namun, Hobbes secara tegas menyatakan bahwa tanpa kekuasaan yang kuat, kehidupan manusia akan berada dalam kondisi bellum omnium contra omnes (perang semua melawan semua).

Paradoksnya, demokrasi di tingkat domestik tidak selalu berbanding lurus dengan perdamaian di tingkat internasional. Negara demokratis tetap bersaing, berkonflik, dan berperang dengan negara lain demi mempertahankan kepentingan nasionalnya. Hal ini menegaskan bahwa demokrasi hanya mengatur relasi internal warga negara, bukan menghapus logika konflik antarnegara.

Page 1 of 5
12...5Next
Tags: Amerika SerikatindonesiaVenezuela
ShareTweetSend

Related Posts

Nurul Arifin: Perdamaian AS–Iran Berpotensi Dorong Stabilitas Ekonomi Indonesia
News

Nurul Arifin: Perdamaian AS–Iran Berpotensi Dorong Stabilitas Ekonomi Indonesia

19 Jun 2026 11:49
Semifinal Supercoppa: Milan Andalkan Pulisic dan Nkunku Hadapi Napoli
Sport

Amerika Serikat Bisa Kehilangan Pulisic di Laga Krusial Kontra Australia

18 Jun 2026 03:36
Angka Kematian Jemaah Haji Jawa Timur Tertinggi  di Indonesia. 75 Jemaah Wafat di Arab Saudi
Daerah

Angka Kematian Jemaah Haji Jawa Timur Tertinggi di Indonesia. 75 Jemaah Wafat di Arab Saudi

16 Jun 2026 18:57
Pulisic dan Balogun Antar Amerika Serikat Raih Kemenangan Telak atas Paraguay
Sport

Pulisic dan Balogun Antar Amerika Serikat Raih Kemenangan Telak atas Paraguay

13 Jun 2026 12:45
Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Ke Tanah Air Bertahap 1 – 30 Juni 2026
News

Pemulangan Jemaah Haji Indonesia Ke Tanah Air Bertahap 1 – 30 Juni 2026

4 Jun 2026 06:01
Kloter Perdana Pemulangan Haji Indonesia dimulai 31 Mei Malam Waktu Arab Saudi
News

Kloter Perdana Pemulangan Haji Indonesia dimulai 31 Mei Malam Waktu Arab Saudi

1 Jun 2026 23:55
Next Post
Teror Terhadap Pengguna Media Sosial Menguji Komitmen Serta Ketangguhan dari Kecerdasan Spiritual Pejuang yang Sejati

Teror Terhadap Pengguna Media Sosial Menguji Komitmen Serta Ketangguhan dari Kecerdasan Spiritual Pejuang yang Sejati

Puisi Esai “Eng An Kiong” Hadirkan Jejak Sejarah Kebebasan Beragama di Haul Gus Dur ke-16

Puisi Esai “Eng An Kiong” Hadirkan Jejak Sejarah Kebebasan Beragama di Haul Gus Dur ke-16

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Buat Lulusan SMA SMK! PT Hua Yii Bandung Buka Loker Operator Produksi, Minat?

Buat Lulusan SMA SMK! PT Hua Yii Bandung Buka Loker Operator Produksi, Minat?

18 Jun 2026 15:51
Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

17 Jun 2026 16:30
Temui Massa Aksi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

Temui Massa Aksi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

0
Usai Ditahan Jepang, Belanda Wajib Menang atas Swedia

Usai Ditahan Jepang, Belanda Wajib Menang atas Swedia

0
Usia 46 Tahun, Ronaldinho Resmi Teken Kontrak dengan Klub Italia Ravenna

Usia 46 Tahun, Ronaldinho Resmi Teken Kontrak dengan Klub Italia Ravenna

0
Ancelotti Puas Brasil Menang Telak, Montella Ratapi Eliminasi Turki

Ancelotti Puas Brasil Menang Telak, Montella Ratapi Eliminasi Turki

0
Ma Ning Cetak Sejarah, Jadi Wasit China Pertama yang Pimpin Laga Piala Dunia

Ma Ning Cetak Sejarah, Jadi Wasit China Pertama yang Pimpin Laga Piala Dunia

20 Jun 2026 17:31
Temui Massa Aksi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

Temui Massa Aksi, DPR Janji Tindak Lanjuti Tuntutan Mahasiswa

20 Jun 2026 17:15
Usai Ditahan Jepang, Belanda Wajib Menang atas Swedia

Usai Ditahan Jepang, Belanda Wajib Menang atas Swedia

20 Jun 2026 17:06
Usia 46 Tahun, Ronaldinho Resmi Teken Kontrak dengan Klub Italia Ravenna

Usia 46 Tahun, Ronaldinho Resmi Teken Kontrak dengan Klub Italia Ravenna

20 Jun 2026 16:41

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.