terasjabar.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 20 Juni 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Daerah

Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

Wawan Hermawan by Wawan Hermawan
21 Jan 2026 19:15
in Daerah, Berita Utama
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Duhhhh Ironis, Desa Cikahalang yang Dikenal Sebagai Lumbung Air, Kini Krisis Air Bersih

Gubernur Jabar KDM saat sidak ke Desa Cikalahang

TERASJABAR.ID – Krisis air bersih melanda Desa Cikalahang, Kec. Dukuhpuntang, Kab. Cirebon, yang selama ini dikenal sebagai lumbung atau sumber air. Hal itu diduga disebabkan PDAM Kab. Kuningan yang mengikat kerjasama dengan Kab. Indramayu, yang mengorbankan Desa Cikahalang.

“Masyarakat Cikalahang selama ini merasa menjadi korban kebijakan PDAM Kuningan menyusul kerja sama penyediaan air dengan Kabupaten Indramayu. Kebijakan tersebut dinilai mengabaikan kebutuhan warga di sekitar sumber mata air,” kata mantan Sekretaris Desa Cikalahang, Umar Ali Sahabi,

“Sejak awal ada berita acara sosialisasi tahun 2022. Di situ jelas disepakati, sebelum air dialirkan ke Indramayu, air bersih untuk warga Cikalahang harus direalisasikan terlebih dahulu. Faktanya sampai sekarang tidak pernah ada aliran ke desa kami,” tegas Umar, melalui pesan WhatsApp.

Dalam dokumen tersebut terdapat sekitar tujuh hingga sembilan poin kesepakatan. Namun poin utama terkait prioritas masyarakat setempat dinilai diabaikan sepenuhnya.

Berdasarkan data yang dihimpun warga, hingga 14 Januari 2026 volume air yang telah dimanfaatkan PDAM Kuningan mencapai sekitar 3.514.000 meter kubik. Ironisnya, masyarakat di desa sekitar mata air masih bergantung pada sumur dan air hujan. “Air diangkut keluar daerah, tapi warga di hulu justru kekurangan air. Ini jelas merugikan masyarakat,” tegasnya lagi.

Umar menilai, pengelolaan air oleh PDAM Kuningan bersama PT HKAS selaku operator bertentangan dengan prinsip pengelolaan sumber daya air. Dalam ketentuan, 50 persen air harus dikembalikan ke alam, 30 persen untuk masyarakat sekitar, dan 20 persen untuk kepentingan komersial. “Yang terjadi justru jatah masyarakat dimasukkan ke reservoir PDAM. Warga hanya kebagian sisa limpahan,” tegasnya.

Dampak paling serius dirasakan sektor pertanian. Sebelum kerja sama PDAM Kuningan dengan PDAM Indramayu berjalan, luas sawah Desa Cikalahang tercatat sekitar 144 hektar. Namun hingga 2025, luasnya menyusut drastis menjadi sekitar 89,03 hektar, akibat berkurangnya pasokan air dari mata air Talaga Remis dan Talaga Nilem.

ADVERTISEMENT

“Ini ancaman nyata bagi petani. Sekarang masih musim hujan, tapi kalau kemarau datang, situasinya bisa lebih parah,” kata Umar.

RELATED POSTS

KPID Jabar Perkuat Pengawasan Siaran Lewat Pembentukan Relawan Pemantau di Cirebon

Haul dan Kirab Budaya Pangeran Pulasaren Mewarnai Hari Jadi Kota Cirebon ke 599

Porsenitas digelar di Cirebon 23-27 Juni 2026 Diikuti 10 Kabupaten/Kota

Pelaku Curanmor Asal Cirebon Diringkus Satreskrim Polres Kuningan

Mie Koclok kuliner Malam Khas Cirebon

Ia juga menyoroti dugaan kejanggalan perizinan pengambilan air oleh PDAM Kuningan. Izin SIPA dari TNGC disebut hanya sebesar 28,7 liter per detik dari Talaga Remis dan 9,6 liter per detik dari Talaga Nilem. Namun karena kebutuhan suplai air ke Indramayu mencapai 405 liter per detik, PDAM kemudian mengajukan izin tambahan ke Kementerian PUPR melalui BBWS.

“Debit alami Talaga Nilem hanya sekitar 96 liter per detik, tapi izinnya bisa 153 liter per detik. Ini tidak masuk akal,” ujarnya.

Sementara itu, dari hasil audiensi dengan BBWS, ditemukan sejumlah dugaan pelanggaran, mulai dari pemasangan pipa di saluran irigasi yang menghambat aliran ke sawah dan sungai, dugaan penggunaan pompa dorong yang seharusnya mengandalkan gravitasi, hingga dugaan penyaluran air ke industri AMDK di luar kepentingan pelayanan publik.

Selain itu, PDAM Kuningan dituding tidak melaporkan pemanfaatan air secara berkala kepada TNGC dan BBWS. Laporan terakhir disebut hanya mencatat hingga Juli 2025 belum ada pemanfaatan air, padahal penyaluran air ke Indramayu telah berlangsung sejak Februari 2025. “Ini berpotensi merugikan negara karena mengarah pada penghindaran pajak,” tegas Umar.

Atas kondisi tersebut, masyarakat menuntut realisasi segera pipanisasi air bersih ke Desa Cikalahang serta peningkatan berita acara sosialisasi menjadi nota perjanjian resmi yang mengikat pembagian debit air secara jelas. “Ikonik Desa kami terkenal subur dan kaya air. Tapi sekarang justru krisis air. Ini ironi besar,” tandasnya.*

Tags: CirebonDesa CikahalangKrisis Air Bersih
ShareTweetSend

Related Posts

KPID Jabar Perkuat Pengawasan Siaran Lewat Pembentukan Relawan Pemantau di Cirebon
News

KPID Jabar Perkuat Pengawasan Siaran Lewat Pembentukan Relawan Pemantau di Cirebon

18 Jun 2026 18:41
Haul dan Kirab Budaya Pangeran Pulasaren Mewarnai Hari Jadi Kota Cirebon ke 599
Daerah

Haul dan Kirab Budaya Pangeran Pulasaren Mewarnai Hari Jadi Kota Cirebon ke 599

15 Jun 2026 15:15
Porsenitas digelar di Cirebon 23-27 Juni 2026 Diikuti 10 Kabupaten/Kota
Sport

Porsenitas digelar di Cirebon 23-27 Juni 2026 Diikuti 10 Kabupaten/Kota

10 Jun 2026 22:06
Pelaku Curanmor Asal Cirebon Diringkus Satreskrim Polres Kuningan
Daerah

Pelaku Curanmor Asal Cirebon Diringkus Satreskrim Polres Kuningan

3 Jun 2026 04:06
Mie Koclok kuliner Malam Khas Cirebon
Lifestyle

Mie Koclok kuliner Malam Khas Cirebon

21 Mei 2026 02:58
Kapolres Cirebon Kota : Polisi Ada, Berpikir, Berbuat dan Bermanfaat.
Berita Utama

Kapolres Cirebon Kota : Polisi Ada, Berpikir, Berbuat dan Bermanfaat.

25 Apr 2026 16:59
Next Post
Krisis Sampah Nasional, DPR Dorong Teknologi Waste to Energy

Krisis Sampah Nasional, DPR Dorong Teknologi Waste to Energy

Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

Ormas PP dan Gibas Bentrok di Kafe Lembang, Satu Tewas Empat Luka

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 4 Juta! Satex Group Bandung Adakan Loker Admin Gudang Buat Lulusan SMA SMK

15 Jun 2026 16:51
TERBARU! Yogya Bandung Buka Loker SC Bakery Buat Lulusan SMA SMK, Tertarik?

Ada 3 Posisi! Yogya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

29 Apr 2026 16:57
Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

Gaji 3,5 Juta! PT Putra Mutiara Jaya Bandung Buka Loker Buat Lulusan SMA SMK

11 Jun 2026 16:39
Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

Waroeng Steak and Shake Bandung Buka Loker Crew Outlet Buat Lulusan SMA SMK

17 Jun 2026 16:30
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

0
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

0
Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

Utang dan Dugaan Hubungan Spesial, Inikah Motif WS di Sumedang Siram Bocah Kakak Adik dengan Air Aki?

0
Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

Modus Jualan Tahu Bulat, Nyatanya Jual Pula Tembakau Sintetis, Polisi Bekuk RMA

0
Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

Pejuang Diet Merapat, Gini Tips Defisit Kalori yang Baik dan Benar

19 Jun 2026 23:00
Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

Harga Kacang Kedelai Menggila, Pengrajin Tahu Hanya Bisa Pasrah Dari Kenyataan

19 Jun 2026 22:54
Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

Chelsea Gigit Jari, Atletico Madrid Menangi Perebutan Alex Grimaldo

19 Jun 2026 22:38
Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

Cedera Belum Pulih, Neymar Dipastikan Lewatkan Laga Brasil vs Haiti

19 Jun 2026 22:25

Teras Arsip

  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.