TERASJABAR.ID.-Puluhan pohon berbagai jenis di 17 wilayah Kuningan, tumbang diterjang Angin kencang hingga sejumlah bangunan rumah, madrasah, kabel listrik, dan fasilitas umum lainnya rusak, Sabtu (24/01/2026).
Berdasarkan update data dari BPBD, pohon-pohon yang tumbang itu, terjadi di Desa Maniskidul, Kalapa Gunung, Ciloa, Babakanmulya-Jalaksana dan sejumlah desa lainnya. Tercatat beberapa jenis pohon yang tumbang antara lain, pohon Kelapa setinggi 15m, pohon kulur 12m, Pohon salam 4m, melinjo 5m dan nangka 5m, pohon Petai, pohon Kedongdong dan jenis lainnya rata rata berdiameter 50cm.
Terpantau di Desa Babakanmulya, rumah Abah Pulung (78) yang tinggal sendirian, rumahnya tertimpa pohon hingga merusak asbes bagian kamar dengan ukuran 3×8 sebanyak 2 kamar.
Angin puting beliung juga merobohkan pohon petai setinggi 15m diameter 50cm menimpa atap bangunan Madrasah Baiturahman ukuran 7 x 7 m
Selain itu, ada rumah warga tidak mampu ambruk tertimpa pohon, padahal rumah tersebut baru saja direnovasi oleh pihak desa bulan Agustus 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan Indra Bayu Permana, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang seiring prakiraan cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang diperkirakan terjadi hari ini hingga beberapa hari ke depan.
Lebih lanjut Indra Bayu Permana, meminta kepada para lurah dan kepala desa untuk mengimbau warganya melakukan langkah pencegahan dini, khususnya bagi masyarakat yang memiliki pohon besar di sekitar rumah.
“Pohon dengan dahan terlalu lebat agar segera dipangkas. Sementara pohon yang sudah tua, lapuk, miring, dan berisiko roboh sebaiknya ditebang untuk mencegah kerugian maupun korban,” ujarnya, Sabtu (24/01/2026).
Selain di lingkungan permukiman, BPBD juga mewaspadai keberadaan pohon-pohon besar di sepanjang ruas jalan. Indra menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan dinas teknis terkait untuk melakukan pemantauan serta penanganan.
“Kami mengajak masyarakat untuk aktif memantau kondisi di lapangan. Pemangkasan dilakukan seperlunya sesuai situasi dan kondisi agar dampak lanjutan seperti kemacetan dan gangguan aktivitas lainnya tidak terjadi,” katanya.
Indra juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk potensi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem.
Masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam merencanakan berbagai aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang seperti aktivitas wisata.
Imbauan tersebut, dijelaskan Indra, sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan potensi peningkatan curah hujan disertai angin kencang di wilayah Kuningan
ADVERTISEMENT
















