TERASJABAR.ID – Sejumlah tanaman, seperti serai wangi, lavender, lemon eukaliptus, daun mint, hingga bunga lawang, dikenal sebagai alternatif alami untuk membantu mengusir nyamuk.
Tanaman-tanaman ini tidak membunuh nyamuk secara langsung, tetapi bekerja dengan mengurangi ketertarikan nyamuk terhadap manusia sehingga risiko gigitan dapat diminimalkan.
Penggunaan obat nyamuk berbahan kimia, khususnya yang mengandung diethyl-meta-toluamide (DEET), memang efektif memberikan perlindungan hingga berjam-jam.
Namun, zat ini juga berpotensi menimbulkan efek samping, mulai dari iritasi kulit hingga gangguan kesehatan lain jika digunakan dalam kadar tinggi atau jangka panjang.
Meski kadar DEET 10–30 persen relatif aman untuk anak usia di atas 2 bulan hingga orang dewasa, risiko tetap perlu diwaspadai.
Sebagai pilihan yang lebih alami, beberapa tanaman dipercaya mampu mengusir nyamuk.
Serai wangi menghasilkan aroma segar yang tidak disukai nyamuk dan mudah ditanam di rumah.
Kayu manis diketahui dapat menghambat perkembangan telur nyamuk, sementara minyak thyme bisa dimanfaatkan sebagai semprotan alami.
Daun mint efektif mencegah nyamuk hinggap, sedangkan lavender menghasilkan minyak yang dapat dioleskan untuk melindungi tubuh.
Minyak lemon eukaliptus juga dikenal ampuh mencegah gigitan nyamuk selama beberapa jam, meski tidak dianjurkan untuk anak di bawah tiga tahun.
Selain itu, bawang putih dan kemangi terbukti mampu menghambat pertumbuhan serta aktivitas nyamuk tertentu.
Walaupun berbahan alami, penggunaan minyak dari tanaman pengusir nyamuk tetap perlu kehati-hatian.
Beberapa orang bisa mengalami reaksi alergi atau iritasi kulit.
Oleh karena itu, disarankan melakukan uji tempel terlebih dahulu dan berkonsultasi dengan tenaga medis bila diperlukan.-***












