TERASJABAR.ID – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan bahwa konektivitas transportasi merupakan fondasi strategis dalam mendorong pertumbuhan wilayah yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam sistem perkeretaapian nasional, konektivitas dibangun melalui keselarasan antara prasarana yang disiapkan pemerintah dan layanan yang dioperasikan KAI, sehingga mampu menghubungkan pusat-pusat aktivitas ekonomi dan sosial secara efektif.
Kerangka inilah yang memperkuat peran Stasiun Sukabumi sebagai simpul strategis penghubung wilayah Bogor, Cianjur, Bandung Barat, hingga Sukabumi.
Dilansir laman resmi KAI, sebagai operator transportasi publik nasional, KAI memastikan layanan kereta api berjalan andal, aman, dan berkelanjutan.
Pada saat yang sama, pemerintah menjalankan perannya dalam penyediaan prasarana perkeretaapian.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa keselarasan peran ini membentuk satu ekosistem transportasi yang mampu mendorong pertumbuhan wilayah secara terarah dan terukur.
“Kereta api beroperasi dalam satu ekosistem nasional. Pemerintah, termasuk melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub memastikan kesiapan prasarana, sementara KAI fokus pada keandalan operasional dan kualitas layanan. Sinergi ini menjadi kunci agar konektivitas memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi wilayah,” ujar Anne.
Dalam konteks tersebut, Stasiun Sukabumi berfungsi sebagai simpul mobilitas regional yang menghubungkan wilayah dengan karakter ekonomi dan sosial yang terus berkembang.
















