TERASJABAR.ID – Pengembangan industri fesyen, khususnya skala kecil dan menengah, di berbagai wilayah Indonesia perlu terus didorong agar potensi pasar nasional dapat diisi dan dimaksimalkan oleh pelaku usaha dalam negeri.
Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) secara konsisten melakukan berbagai upaya strategis untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan industri fesyen nasional.
Adapun upaya yang telah dilakukan, antara lain melalui pelaksanaan bimbingan teknis, fasilitasi mesin dan peralatan, sertifikasi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta pengembangan sentra industri kecil dan menengah (IKM) melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan melibatkan pemerintah daerah.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, peresmian Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekosistem industri fesyen nasional berbasis potensi daerah.
Menurutnya, pengembangan sentra IKM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta daya saing pelaku industri kecil dan menengah agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
“Kami terus mendorong penguatan sentra-sentra IKM sebagai pusat pertumbuhan industri di daerah yang berkelanjutan, sekaligus sebagai sarana peningkatan nilai tambah dan penciptaan lapangan kerja,” ujar Agus dalam siaran pers Kemenperin, Selasa (27/1/2026).
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, Sentra Industri Fashion Seri Kuala Lobam akan menjadi pusat produksi strategis yang mampu memperkuat daya saing IKM fesyen Indonesia.
Reni juga menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Kemenperin dengan Pemerintah Kabupaten Bintan dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pengembangan sentra tersebut.
















