TERASJABAR.ID – Setelah menjalani hari yang padat dan melelahkan, apakah Anda sering menunda tidur demi menonton film atau menikmati waktu luang sendiri? Jika iya, bisa jadi Anda mengalami revenge bedtime procrastination.
Kebiasaan ini sebaiknya tidak dianggap sepele karena dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Rutinitas yang padat sejak pagi hingga sore membuat sebagian orang tidak memiliki waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai.
Akibatnya, malam hari dijadikan pelampiasan dengan cara begadang, entah untuk bermain media sosial, menonton tayangan favorit, atau sekadar menikmati waktu santai.
Revenge bedtime procrastination merupakan kondisi ketika seseorang sengaja menunda waktu tidur demi mendapatkan waktu istirahat dan hiburan setelah hari yang penuh tekanan.
Fenomena ini kerap dialami oleh pekerja dengan jam kerja panjang dan tingkat stres tinggi, meski remaja dengan aktivitas padat juga berpotensi mengalaminya.
Kebiasaan ini sering bermula dari aktivitas ringan seperti membuka ponsel sebelum tidur.
Awalnya hanya beberapa menit, namun bisa berkembang menjadi berjam-jam hingga menyebabkan kurang tidur.
Dari sudut pandang psikologi, revenge bedtime procrastination mencerminkan kesulitan dalam mengendalikan diri.
Meski menyadari dampak negatifnya, seseorang tetap melakukannya sebagai bentuk kompensasi atas keterbatasan waktu bebas di siang hari.
Kurang tidur akibat kebiasaan ini dapat memicu rasa lelah, mengantuk, sulit berkonsentrasi, mudah tersinggung, serta menurunnya kemampuan berpikir dan mengambil keputusan.
Jika berlangsung lama, risiko penyakit seperti jantung, diabetes, obesitas, gangguan hormon, hingga depresi pun meningkat.
Untuk mengatasinya, cobalah menerapkan jam tidur dan bangun yang konsisten, membatasi penggunaan gawai sebelum tidur, melakukan relaksasi, menghindari kafein di sore hari, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman.
Bila kebiasaan ini sulit diatasi, konsultasi dengan tenaga profesional dapat menjadi langkah tepat.-***












