TERASJABAR.ID – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta serikat pekerja di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya fokus pada isu upah dan kesejahteraan, tetapi ikut berperan menjaga keberlanjutan perusahaan.
Menurutnya, keberlanjutan BUMN menentukan masa depan jutaan pekerja dan penciptaan lapangan kerja.
“Kalau perusahaan tidak berkelanjutan, kesejahteraan tidak akan pernah aman. Serikat pekerja harus ikut menjaga bisnis tetap hidup,” kata Yassierli, dikutip laman Kemnaker.
Ia menyampaikan hal itu pada saat membuka Kongres Luar Biasa (KLB) Konfederasi Serikat Pekerja (KSP) BUMN 2026 di Yogyakarta.
Menaker menilai tantangan BUMN ke depan semakin kompleks. Disrupsi akal imitasi (AI) dan transisi menuju industri hijau, berpotensi mengubah struktur pekerjaan secara besar-besaran jika tidak dikelola dengan baik.
“Perubahan ini tidak bisa dihindari. Tapi kalau salah kelola, pekerja yang paling terdampak,” ujarnya.
Oleh karena itu, Yassierli meminta serikat pekerja mengambil peran lebih strategis sebagai mitra dialog dalam proses transformasi. Tujuannya memastikan perubahan berjalan adil dan tidak mengorbankan pekerja.
“Transformasi harus adil. Jangan sampai perusahaan berubah, tapi pekerjanya tertinggal,” tegasnya.













