TERASJABAR.ID – Pertanyaan apakah GERD dapat menyebabkan serangan jantung kerap muncul ketika seseorang mengalami nyeri dada akibat naiknya asam lambung.
Gejala GERD memang sering menyerupai keluhan pada serangan jantung, sehingga penting untuk memahami perbedaan keduanya agar penanganan yang dilakukan tepat dan tidak menimbulkan kecemasan berlebihan.
GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan gangguan pencernaan yang terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan dan menimbulkan rasa tidak nyaman atau nyeri di area dada, terutama bagian tengah hingga kiri.
Kondisi ini kerap membuat penderitanya khawatir karena nyerinya mirip dengan gejala serangan jantung.
Namun, secara medis, GERD tidak menyebabkan serangan jantung secara langsung.
Serangan jantung terjadi akibat tersumbatnya aliran darah ke otot jantung, umumnya karena penumpukan plak pada pembuluh darah koroner.
Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa GERD dapat memicu serangan jantung.
Meski demikian, nyeri dada akibat GERD sering disalahartikan sebagai serangan jantung karena lokasi dan intensitasnya yang mirip.
Faktor risiko seperti stres, obesitas, dan kebiasaan merokok juga dapat memperburuk GERD sekaligus meningkatkan risiko penyakit jantung.
Perbedaan utama dapat dilihat dari karakteristik nyeri.
Nyeri GERD biasanya terasa panas atau terbakar dan membaik dengan perubahan posisi atau obat antasida.
Sementara itu, nyeri serangan jantung terasa seperti ditekan, menjalar ke lengan atau rahang, serta disertai sesak napas dan keringat dingin.
Meski GERD tidak memicu serangan jantung, nyeri dada tetap perlu diwaspadai.
Jika keluhan terasa berat, berlangsung lama, atau disertai gejala mencurigakan, segera cari pertolongan medis untuk mencegah risiko yang lebih serius.-***

















