TERASJABAR.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengajak masyarakat terutama jajaran pemerintah daerah menghidupkan gerakan “peduli tetangga”.
Hal ini agar tidak ada lagi keluarga yang luput dari perhatian, apalagi sampai mengalami kesulitan ekstrem tanpa diketahui lingkungan sekitar.
Ajakan itu disampaikan Mensos saat berdialog dengan awak media di Selalu Ada Kopi, Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Dialog itu terutama untuk merespons tragedi meninggalnya seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), lantaran diduga orang tuanya tak mampu membelikan buku dan alat tulis.
“Kita turut berduka dan sungguh-sungguh prihatin. Ini jadi pembelajaran buat kita semua. Jangan sampai ada tetangga yang kesulitan, tapi kita tidak tahu. Ada keluarga-keluarga yang penderitaannya luput oleh kita,” ujar Saifullah Yusuf, dilansir laman Kemensos.
“Maka saya mengajak kita semua, baik pemerintah daerah dan masyarakat, ini saat yang baik di awal tahun kita memulai suatu gerakan peduli tetangga. Mari kita peduli kepada sekitar kita, jangan sampai luput dari perhatian kita jika ada keluarga-keluarga yang sesungguhnya membutuhkan bantuan kita,” ujarnya.
Mensos menegaskan, peristiwa tersebut memerlihatkan betapa krusialnya data yang akurat. Selama ini data perlindungan sosial masih tersebar di berbagai Kementerian dan lembaga, sehingga intervensi pemerintah pun kerap tidak terintegrasi.
“Dulu data kita belum akurat, sehingga intervensi kita juga belum akurat, belum sepenuhnya tepat sasaran. Karena itu Presiden Prabowo sedari awal menjabat itu memerintahkan konsolidasi data,” katanya.













