TERASJABAR.ID – Produksi sampah di Kabupaten Cirebon setiap hari mencapai 1.200 ton. Dari jumlah tersebut hanya 450 ton yang dapat di angkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Hal ini akibat keterbatasan armada angkutan sampah, sehingga praktis penanganan angkutan sampah tersebut belum optimal.
Demikian disampaikan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Cirebon, Fitroh Suharyono, kepada awak media Sabtu (07/02/2026).
Ia menyebutkan, sampah yang terangkut selama ini dari total 1.200 ton per-hari, baru 450 ton per hari yang terangkut oleh armada Truk sampah. Sedangkan sisanya, tercecer di lingkungan dan sebagian lagi dikelola mandiri oleh desa-desa.
Dalam upaya meminimalkan dampak lingkungan, Dinas LH membagi sistem pelayanan pengangkutan sampah menjadi dua wilayah, yakni wilayah timur dan barat. Untuk wilayah timur, menggunakan tempat pembuangan akhir (TPA) Kubang Deleg. Dengan luas sekitar enam hektare, dengan daya tampung 500 ton sampah per hari.
Sementara wilayah barat, memfungsikan TPA Gunung Santri seluas 2,5 hektare.
TPA tersebut bisa menampung 400 ton sampah per hari, ungkapnya.
Guna mengantisifasi persoalan sampah kedepan, pihak Dinas LH Kab. Cirebon, mengajukan Program Solid Waste Management for Sustainable Urban Development kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Program itu nantinya diharapkan bisa memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.
Diharapkan melalui program tersebut, penanganan sampah menitikberatkan pada pengurangan sampah dari sumbernya serta peningkatan kapasitas pengolahan. Selain itu juga menerapkan konsep ekonomi sirkular.
Program itu melibatkan dukungan hibah dan kerja sama dengan sejumlah lembaga internasional seperti Alliance to End Plastic Waste (AEPW) dan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
Target kedepan melalui program itu, wilayah timur Kabupaten Cirebon akan memiliki fasilitas pengolahan sampah modern sekaligus bisa memberi nilai tambah ekonomi, pungkasnya.
ADVERTISEMENT















