TERASJABAR.ID – Belut, hewan yang bentuknya menyerupai ular ini, kaya akan nutrisi penting yang berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah anemia, serta menjaga kekuatan tulang dan gigi.
Belut terdiri dari berbagai jenis, baik yang hidup di air tawar maupun air laut, serta berasal dari alam atau hasil budidaya. Apa pun jenisnya, belut tetap memberikan nilai gizi yang tinggi.
Belut termasuk kelompok ikan yang mengandung makronutrisi utama seperti protein dan lemak, disertai berbagai vitamin serta mineral penting bagi tubuh.
Dalam 100 gram daging belut terdapat sekitar 185 kalori, dengan kandungan protein tinggi, lemak sehat, kalium, kalsium, selenium, zinc, kolin, serta vitamin A dan vitamin D.
Selain itu, belut juga mengandung fosfor, zat besi, folat, serta vitamin B, C, dan E, sehingga baik dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil.
Berkat kandungan gizinya, belut dapat membantu menambah energi dan stamina, sekaligus memenuhi kebutuhan protein harian.
Kandungan vitamin A yang tinggi berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, sementara vitamin D, kalsium, dan fosfor membantu memperkuat tulang dan gigi.
Nutrisi seperti zat besi, folat, dan vitamin B12 berfungsi dalam pembentukan sel darah merah sehingga membantu mencegah anemia.
Tak hanya itu, belut juga mengandung omega-3 dan kolin yang mendukung fungsi otak, meningkatkan daya ingat, serta menjaga kesehatan jantung.
Meski bernutrisi, konsumsi belut sebaiknya dibatasi maksimal tiga porsi per minggu, terutama belut laut, karena berpotensi mengandung merkuri.-***















