TERASJABAR.ID – Selain berfungsi memenuhi kebutuhan cairan harian, terapi air putih dipercaya memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.
Meski demikian, terapi ini tidak boleh dilakukan tanpa aturan, karena konsumsi air yang berlebihan justru dapat menimbulkan dampak buruk bagi tubuh.
Air putih berperan penting dalam menjaga fungsi pencernaan, mengatur suhu tubuh, serta membantu proses metabolisme dan kerja ginjal.
Oleh sebab itu, mencukupi kebutuhan cairan merupakan hal yang sangat penting.
Pada umumnya, kebutuhan air harian orang dewasa sekitar 2 liter atau setara delapan gelas per hari.
Namun, terapi air putih dilakukan dengan pola yang berbeda, yakni mengonsumsi air segera setelah bangun tidur saat perut masih kosong.
Metode ini diyakini dapat mendukung kesehatan usus dan melancarkan sistem pencernaan.
Terapi air putih biasanya dilakukan dengan meminum air bersuhu normal atau hangat sebanyak 4–5 gelas berukuran 160 ml di pagi hari.
Setelah itu, disarankan menunggu sekitar 45 menit sebelum sarapan.
Pada tahap awal, tubuh akan lebih sering buang air kecil hingga mampu menyesuaikan diri dengan asupan cairan yang meningkat.
Terapi ini disebut dapat membantu mencegah dehidrasi, tekanan darah tinggi, diabetes tipe 2, hingga beberapa jenis kanker.
Namun, konsumsi air berlebihan juga memiliki risiko.
Ginjal memiliki batas kemampuan dalam membuang cairan, sehingga minum terlalu banyak dalam waktu singkat dapat menurunkan kadar natrium dalam darah dan menyebabkan intoksikasi air.
Kondisi ini ditandai dengan mual, sakit kepala, kejang, hingga pembengkakan otak.
Meski demikian, ada kondisi tertentu yang memang membutuhkan asupan cairan lebih banyak, seperti kehamilan, menyusui, olahraga, cuaca panas, serta saat mengalami demam, muntah, atau diare.
Karena itu, konsumsi air putih sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan dilakukan secara bijak.-***

















