TERASJABAR.ID – Screen time merujuk pada durasi waktu yang dihabiskan untuk menatap layar elektronik seperti ponsel, tablet, laptop, atau televisi.
Istilah ini belakangan sering dibahas karena dianggap berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental.
Penting dicatat, screen time hanya dihitung untuk penggunaan gadget dalam hiburan atau refreshing, bukan untuk kegiatan belajar atau bekerja.
Penggunaan gadget untuk hiburan sebenarnya sah-sah saja, asal tidak berlebihan.
Screen time yang terlalu lama dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Secara fisik, penggunaan layar berlebihan bisa menyebabkan kenaikan berat badan karena waktu untuk bergerak dan berolahraga berkurang. Kebiasaan ini diperparah jika dibarengi konsumsi camilan berlebihan.
Selain itu, screen time di malam hari dapat mengganggu tidur, menyebabkan lelah, susah fokus, atau bahkan insomnia.
Posisi tubuh yang salah saat menatap layar juga dapat menimbulkan nyeri leher dan punggung, sedangkan paparan cahaya biru dari gadget membuat mata cepat lelah, merah, atau perih.
Selain itu, screen time berlebihan dapat memicu kecanduan gadget.
Anak-anak yang kecanduan berisiko mengalami penurunan kemampuan bersosialisasi, empati, dan daya ingat, serta mudah tantrum.
Untuk mengatasinya, screen time perlu dibatasi sesuai usia.
Anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak diberikan screen time, anak 2–5 tahun maksimal 1 jam per hari, dan anak di atas 5 tahun, remaja, serta dewasa dianjurkan maksimal 2 jam per hari untuk hiburan.
Beberapa tips membatasi screen time termasuk tidak menggunakan gadget sebelum tidur, menjadikan kamar tidur bebas gadget, melakukan kegiatan offline seperti membaca atau olahraga, dan mengajak anak bermain aktivitas non-digital saat waktunya habis.
Jika sulit mengontrol screen time hingga berdampak pada tidur atau kecemasan, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog.-***
















