TERASJABAR.ID – Susu merupakan sumber nutrisi penting, terutama bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
Asupan susu sejak lahir dimulai dari ASI yang kaya gizi dan mendukung daya tahan tubuh, lalu dilanjutkan dengan susu utuh atau whole milk mulai usia 1–2 tahun, karena lemaknya membantu perkembangan otak anak.
Dalam masa tumbuh kembang, susu menjadi pelengkap gizi yang disarankan ahli.
Kandungan kalsium dalam susu berperan penting dalam pembentukan tulang, sementara karbohidratnya menyediakan energi untuk aktivitas sehari-hari.
Selain itu, susu juga mengandung protein berkualitas tinggi, baik kasein maupun whey.
Protein kasein mendukung penyerapan mineral seperti kalsium dan fosfor, sedangkan whey bermanfaat untuk pertumbuhan dan pemeliharaan otot.
Lemak susu merupakan lemak alami yang kompleks dan diperlukan anak untuk mendukung tumbuh kembang tanpa meningkatkan risiko obesitas.
Susu juga kaya vitamin dan mineral, termasuk vitamin B12, A, D, riboflavin, fosfor, dan kalsium.
Pemberian susu harus disesuaikan dengan usia anak, yaitu sekitar 480 ml per hari untuk usia 2–3 tahun, 600 ml untuk usia 4–8 tahun, dan 720 ml untuk usia 9 tahun ke atas.
Pilih susu UHT segar dengan tanggal kedaluwarsa jauh dan perhatikan label nutrisi.
Hindari tambahan garam atau gula berlebihan, terutama pada susu cokelat, agar konsumsi gula tetap aman di bawah batas harian.
Dengan pemberian yang tepat, susu dapat menjadi pelengkap gizi yang mendukung pertumbuhan anak, menjaga daya tahan tubuh, tulang kuat, serta perkembangan otot dan otak tetap optimal.-***


















