TERASJABAR.ID – Feederism adalah perilaku di mana seseorang merasakan kepuasan dari memberi makan pasangan secara berlebihan hingga terjadi peningkatan berat badan.
Dalam konteks tertentu, Feederism termasuk fetish, yakni ketertarikan seksual yang muncul dari situasi atau peran tertentu, bukan semata hubungan intim.
Fokus ketertarikan biasanya pada proses memberi makan, melihat perubahan tubuh, atau dinamika ketergantungan, bukan pada siapa pasangannya.
Praktik ini bisa dilakukan dengan kesepakatan, tetapi jika terus-menerus tanpa batas, berisiko menimbulkan masalah kesehatan dan emosional.
Feederism dianggap gangguan bila dorongan seksual sulit dikendalikan.
Tanda-tandanya meliputi: hanya merasa puas saat pasangan makan berlebihan, mengabaikan risiko kesehatan, cemas atau frustrasi jika praktik tidak dilakukan, mendorong pasangan makan meski sudah tidak nyaman, dan merasa bersalah namun tetap mengulang perilaku.
Kondisi ini dapat memengaruhi kontrol diri, hubungan, dan kesehatan secara menyeluruh.
Dampak fisik dari Feederism termasuk obesitas, diabetes, hipertensi, gangguan pernapasan, dan nyeri sendi.
Dampak mentalnya meliputi tekanan, rendah diri, dan ketergantungan emosional, serta hubungan yang tidak seimbang jika feedee merasa terpaksa memenuhi keinginan feeder.
Penanganan Feederism melibatkan psikoterapi untuk memahami fetish dan kebutuhan emosional, serta mengelola dorongan secara aman.
Obat-obatan bisa diresepkan bila diperlukan, misalnya untuk gangguan cemas, depresi, atau menurunkan gairah seksual.
Pemantauan kesehatan fisik, dukungan keluarga, dan batasan sehat dalam hubungan sangat penting.
Jika praktik mulai berdampak negatif, konsultasi dengan dokter atau psikolog dianjurkan.-***












