(Bukan iman yang hidup sebulan, lalu mati perlahan. Tapi iman yang tumbuh di hati”)
Oleh : Subchan Daragana
Banyak dari kita memasuki Ramadhan dengan target yang hampir sama setiap tahun.
Puasa kuat.
Ibadah banyak.
Target khatam, target tarawih, target sedekah.
Semua itu baik. Bahkan sangat baik.
Tapi, ada pertanyaan yang jarang kita ajukan dengan jujur:
“Apakah itu tujuan Ramadhan, atau hanya itu isinya?
Karena Ramadhan bukan sekadar tentang seberapa kuat tubuh bertahan lapar,
atau seberapa sibuk kita mengisi jadwal ibadah.
Ada tujuan yang jauh lebih besar dari itu.
Ramadhan Bukan Sekadar Bulan, Tapi Proses !
Ramadhan bukan lomba 30 hari.
Ia adalah proses pembentukan diri.
Kalau setelah Ramadhan kita kembali menjadi orang yang sama, dengan marah yang sama, lalai yang sama, dosa yang sama, maka boleh jadi Ramadhan hanya lewat di tubuh,
tanpa sempat singgah di hati.
Karena target besar Ramadhan sebenarnya sederhana tapi dalam:
” Selepas Ramadhan, iman tidak lepas, tapi melekat.
Bukan iman yang hidup sebulan, lalu mati perlahan.
Tapi iman yang berubah menjadi identitas.”


















