TERASJABAR.ID – Recovery run adalah metode lari ringan yang direkomendasikan bagi pelari maupun pencinta olahraga untuk membantu tubuh pulih lebih cepat setelah menjalani latihan intens.
Berbeda dengan istirahat total, recovery run tetap melibatkan aktivitas fisik ringan yang bertujuan menjaga kebugaran otot sekaligus menurunkan risiko cedera.
Berbeda dari sesi lari biasa, recovery run dilakukan dengan tempo sangat santai dan tanpa target kecepatan.
Aktivitas ini memberikan rangsangan ringan pada otot tanpa menambah beban berlebih, sehingga sirkulasi darah tetap optimal dan proses pemulihan berjalan lebih efektif.
Umumnya, recovery run dilakukan satu hari setelah latihan berat atau lomba, terutama bagi mereka yang ingin tetap aktif tanpa memperparah kelelahan otot.
Manfaat recovery run cukup beragam. Aktivitas ini membantu mempercepat pemulihan otot dengan meningkatkan aliran darah yang membawa oksigen serta nutrisi ke jaringan, sekaligus membantu membuang sisa metabolisme.
Selain itu, gerakan ringan yang terkontrol dapat menjaga kelenturan otot dan sendi, sehingga risiko cedera akibat kekakuan dapat ditekan.
Recovery run juga membantu menjaga konsistensi latihan dan kebugaran tubuh, sekaligus mendukung adaptasi tubuh terhadap beban latihan sebelumnya.
Dari sisi mental, recovery run dapat meredakan stres dan meningkatkan suasana hati karena dilakukan tanpa tekanan target.
Agar manfaatnya maksimal, lakukan recovery run dengan kecepatan ringan sekitar 60–70 persen dari pace normal selama 20–40 menit di rute yang datar.
Namun, jika muncul nyeri tidak wajar, kelelahan ekstrem, atau cedera, sebaiknya hentikan dan konsultasikan ke tenaga medis.-***










