TERASJABAR.ID – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Anton Sukartono Suratto menegaskan komitmen DPR untuk memastikan tidak ada lagi wilayah blank spot di Indonesia serta memperkuat pengawasan terhadap potensi kejahatan digital.
Penegasan itu disampaikan saat Komisi I melakukan kunjungan kerja spesifik ke Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon) di Bandung, Jawa Barat.
“Pada hari ini kita ke Balmon di Bandung untuk memastikan semua permasalahan yang ada bisa ditangani dengan baik,” ujar Anton seperti ditulis Parlementaria pada Kamis, 12 Februari 2026.
Anton menyatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan berbagai persoalan terkait pengelolaan spektrum frekuensi dapat ditangani secara optimal.
Ia juga menyoroti besarnya kontribusi sektor frekuensi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
Menurutnya, sektor ini menyumbang sekitar Rp22,8 triliun dan menjadi penyumbang terbesar kedua setelah migas, sehingga pengelolaannya harus dijaga secara serius.
Ia menekankan bahwa potensi pendapatan yang besar tersebut harus diiringi dengan pengawasan ketat serta penguatan infrastruktur jaringan.
Komisi I ingin memastikan konektivitas merata di seluruh wilayah Indonesia tanpa ada daerah yang tertinggal akibat kekosongan sinyal atau blank spot.
Anton menambahkan, strategi pengembangan jaringan perlu disesuaikan dengan kondisi geografis Indonesia yang beragam.
Untuk wilayah pegunungan yang sulit dijangkau kabel, penggunaan satelit bisa menjadi solusi, sementara daerah lain dapat memanfaatkan broadband atau fiber optik.
Menurutnya, seluruh teknologi tersebut harus saling melengkapi demi mewujudkan akses komunikasi yang merata dan mendukung transformasi digital nasional.-***
















