TERASJABAR.ID – Memahami cara menyimpan ASI di kulkas sangat penting bagi ibu menyusui agar kualitas dan keamanan ASI tetap terjaga.
Penyimpanan yang tepat membantu mempertahankan kandungan nutrisi dan antibodi, sehingga manfaatnya tetap optimal bagi tumbuh kembang dan daya tahan tubuh bayi.
Menyimpan ASI perah biasanya dilakukan saat ibu kembali bekerja, bepergian, atau memiliki produksi ASI berlebih.
Agar aman, gunakan wadah steril seperti botol kaca, botol plastik bebas BPA, atau kantong khusus ASI.
Cuci tangan dan pastikan alat pompa bersih sebelum memerah untuk mencegah kontaminasi.
Jangan lupa beri label tanggal perahan agar mudah memantau masa simpan.
Simpan ASI di bagian dalam kulkas, seperti rak tengah atau belakang, karena suhunya lebih stabil dibandingkan pintu.
Pastikan suhu kulkas =4°C agar ASI tahan hingga 4 hari.
Jika ingin disimpan lebih lama, bekukan di freezer bersuhu –18°C yang dapat menjaga kualitas ASI hingga sekitar 6 bulan.
Hindari mencampur ASI hangat dengan yang sudah dingin; dinginkan terlebih dahulu sebelum digabungkan.
Saat membekukan, sisakan ruang di wadah untuk mencegah meluap.
Untuk mencairkan, pindahkan ASI beku ke kulkas semalaman atau rendam dalam air hangat.
Hindari microwave karena dapat merusak nutrisi.
ASI yang sudah dicairkan sebaiknya digunakan dalam 24 jam dan tidak dibekukan kembali.
Setelah dihangatkan, habiskan dalam 2 jam.
Simpan dan hangatkan dengan benar agar bayi tetap memperoleh manfaat terbaik dari ASI.-***
















