TERASJABAR.ID – Volatilitas harga pangan pokok strategis senantiasa dijaga pemerintah agar masyarakat dapat merasakan harga yang baik dan wajar.
Fokus itu dijawab Badan Pangan Nasional (Bapanas) dengan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak secara nasional bersama mitra-mitra mulai dari pemerintah daerah, BUMN, BUMD sampai kalangan swasta.
Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan pemerintah menjalin kolaborasi erat untuk mewujudkan harga pangan pokok strategis yang stabil.
Dilansir siaran pers Bapanas, Amran kembali menegaskan agar pelaku usaha sektor pangan tidak ada yang menjual dengan harga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
“Ini adalah bentuk kolaborasi kita, kita bekerja. Tahun lalu kita melihat harga pangan cukup relatif stabil. Kalaupun pun terkadang ada kenaikan, (hanya) satu atau dua pangan komoditas strategis. Kami minta dengan segala kerendahan hati agar diturunkan harganya,” katanya saat membuka GPM Serentak di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini turut pula dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan Kasan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri Komjen Pol Tomsi Thohir, Sekjen Kementerian Perdagangan Isy Karim hingga Kepala Satuan Tugas Pangan Polri Brigjen Pol Ade Safri, menjadi penanda upaya memasifkan GPM.
Total GPM yang dikoordinir Bapanas selama Februari per hari ini mencapai 1.218 titik yang tersebar pada 497 kabupaten/kota di seluruh provinsi. Adapun GPM serentak secara nasional yang dilaksanakan pada hari ini mencapai 447 titik yang setidaknya diadakan di 119 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Total komoditas pangan yang dilepas ke masyarakat dengan harga di bawah pasaran mencapai 16,2 ribu kilogram (kg) yang terdiri dari beras 9,2 ribu kg, cabai rawit merah 460 kg, cabai merah keriting 510 kg, gula 1,2 ribu kg, bawang merah 480 kg, bawah putih 790 kg, daging sapi 1,15 ribu kg, daging ayam 965 kg, telur ayam ras 706 kg, daging kerbau 440 kg, terigu 380 kg, dan minyak goreng 5,6 ribu liter.
















