terasjabar.id
Sabtu, 28 Februari 2026
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
No Result
View All Result
terasjabar.id
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Indeks
Sabtu, 28 Februari 2026
No Result
View All Result
terasjabar.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Pemkot Bandung Kejar Target Pengolahan 500 Ton Sampah per Hari

Tiah SM by Tiah SM
23 Feb 2026 17:06
in Berita Utama, News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Pemkot Bandung Kejar Target Pengolahan 500 Ton Sampah per Hari

Produksi sampah di Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari

TERASJABAR.ID – Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Bandung. Sejak adanya pembatasan kiriman sampah ke TPA Sari Mukti yang kini hanya diperbolehkan sebanyak 981 ton per hari, Kota Bandung dituntut mengolah sisa timbulan sampah secara mandiri di dalam kota.

Saat ini, produksi sampah di Bandung mencapai sekitar 1.500 ton per hari. Artinya, terdapat kurang lebih 500 ton sampah yang harus diselesaikan di tingkat kota. Sementara kapasitas pengolahan yang tersedia baru mencapai 300 ton per hari, sehingga masih ada sekitar 200 ton yang berpotensi menumpuk apabila tidak segera ditangani secara sistematis.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menegaskan, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan dengan satu pendekatan tunggal. Keragaman jenis sampah, khususnya sampah organik seperti sisa makanan dan sisa masakan, menuntut penerapan berbagai teknologi yang adaptif.
“Tidak mungkin hanya satu teknologi menyelesaikan seluruh persoalan sampah. Karena itu, kami memanfaatkan beragam pendekatan, terutama untuk sampah organik yang volumenya sangat besar,” ujarnya.

Menurut Farhan, strategi pertama yang ditempuh adalah penguatan kelembagaan dan regulasi, mulai dari payung hukum tingkat undang-undang hingga peraturan wali kota sebagai dasar pengelolaan sampah terpadu.
Langkah berikutnya adalah pembenahan infrastruktur dasar, seperti optimalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS), armada pengangkut, akses jalan, hingga penguatan sumber daya manusia pengelola sampah.

ADVERTISEMENT

Salah satu contoh pengelolaan berbasis masyarakat dapat dilihat di TPS 3R4 Rakomala yang dikelola Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM). Fasilitasnya dibangun pemerintah, sementara operasional sehari-hari dilakukan warga setempat. Model ini dinilai efektif karena menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.

Namun hingga kini, baru sekitar 30 persen atau sekitar 500 RW di Kota Bandung yang memiliki sistem pengolahan sampah mandiri.
“Dari jumlah tersebut, total pengolahan masih kurang dari 40 ton per hari—jauh dari kebutuhan 500 ton yang harus ditangani di dalam kota,” ujarnya.

Untuk mempercepat pengelolaan di tingkat akar rumput, Pemkot meluncurkan program “Gaslah” (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah). Program ini menempatkan satu petugas di setiap RW yang bertugas mengedukasi serta memastikan warga memilah sampah dari sumbernya.

Petugas akan mendatangi rumah-rumah dan mengingatkan pentingnya pemilahan sampah. Ke depan, program ini direncanakan diperluas hingga level RT agar menjangkau lebih banyak rumah tangga.

Selain itu, Pemkot terus memperkuat gerakan Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan), mengembangkan kawasan bebas sampah, serta mengintegrasikan pengolahan sampah dengan urban farming melalui program Buruan Sae dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Konsep ini membentuk rantai ekonomi sirkular: sampah organik diolah menjadi kompos, dimanfaatkan untuk urban farming, hasil panen mendukung dapur sehat, dan sisa dapur kembali dikelola di fasilitas pengolahan berbasis masyarakat.
“Ini strategi utama kami tahun ini. Sampah harus selesai dari hulunya,” kata Farhan.

Inovasi teknologi juga mulai diterapkan, salah satunya penggunaan bioaktivator di TPS 3R4 Rakomala. Bioaktivator merupakan cairan hasil fermentasi mikroorganisme pengurai yang mampu mempercepat proses dekomposisi sampah organik menjadi kompos.

Selain mempercepat pengomposan, teknologi ini efektif mengurangi bau tidak sedap dan menekan populasi lalat di sekitar TPS.
“Kalau ada bau, langsung disemprot dan baunya hilang. Lalat pun berkurang. Ini masih tahap percobaan, mudah-mudahan ke depan hasilnya lebih baik,” jelasnya.

RELATED POSTS

Pemkot Bandung Kaji Peluang Jadi Wakif, Farhan: Harus Punya Dasar Hukum Kuat

Sirkular Bandung Utama: Dari Sampah Jadi Pangan, Dari Pangan Tumbuh Harapan

Atasi Persoalan Sampah Bandung, Kemnaker Gelar Green Jobs Class

Mendiktisaintek dan Menteri Lingkungan Hidup Bahas Tata Kelola Sampah dengan Libatkan Kampus

Pemkot Bandung Tegaskan Perang Terhadap Perundungan Usai Tragedi Siswa SMPN 26

Keunggulan bioaktivator adalah kemudahannya untuk diproduksi secara mandiri oleh warga tanpa proses manufaktur rumit. Dengan demikian, masyarakat didorong belajar mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.

Pemkot Bandung menargetkan seluruh 500 ton sampah yang harus dikelola di dalam kota dapat tertangani sepenuhnya paling lambat akhir semester pertama tahun ini.

Meski penegakan hukum tetap akan diterapkan—terutama terhadap pelaku pembuangan sampah lintas wilayah dan pengelola kawasan yang tidak menerapkan zero waste management—pendekatan utama tetap berbasis partisipasi warga.

“Karena sampah yang ada di Kota Bandung berasal dari kita sendiri, maka kita yang harus bertanggung jawab,” pungkas Farhan.

Tags: Pemkot BandungPengelolaansampah
ShareTweetSend

Related Posts

Pemkot Bandung Kaji Peluang Jadi Wakif, Farhan: Harus Punya Dasar Hukum Kuat
News

Pemkot Bandung Kaji Peluang Jadi Wakif, Farhan: Harus Punya Dasar Hukum Kuat

26 Feb 2026 21:39
Sirkular Bandung Utama: Dari Sampah Jadi Pangan, Dari Pangan Tumbuh Harapan
News

Sirkular Bandung Utama: Dari Sampah Jadi Pangan, Dari Pangan Tumbuh Harapan

21 Feb 2026 17:34
Atasi Persoalan Sampah Bandung, Kemnaker Gelar Green Jobs Class
Ekonomi

Atasi Persoalan Sampah Bandung, Kemnaker Gelar Green Jobs Class

19 Feb 2026 11:34
Mendiktisaintek dan Menteri Lingkungan Hidup Bahas Tata Kelola Sampah dengan Libatkan Kampus
News

Mendiktisaintek dan Menteri Lingkungan Hidup Bahas Tata Kelola Sampah dengan Libatkan Kampus

18 Feb 2026 17:16
Pemkot Bandung Tegaskan Perang Terhadap Perundungan Usai Tragedi Siswa SMPN 26
Berita Utama

Pemkot Bandung Tegaskan Perang Terhadap Perundungan Usai Tragedi Siswa SMPN 26

16 Feb 2026 09:12
Kuningan Darurat Sampah TPA Hampir Overload Volume Sampah 480 Ton Perhari
Daerah

Kuningan Darurat Sampah TPA Hampir Overload Volume Sampah 480 Ton Perhari

15 Feb 2026 23:03
Next Post
Mendampingi KDM, Polda Jabar Jabar Jemput 12 Pekerja Hiburan ke Sikka NTT

Mendampingi KDM, Polda Jabar Jabar Jemput 12 Pekerja Hiburan ke Sikka NTT

Kasus Ujaran Kebencian, Youtuber Resbob Jalani Sidang Perdana di PN Bandung, Ini Ancaman Hukumannya

Kasus Ujaran Kebencian, Youtuber Resbob Jalani Sidang Perdana di PN Bandung, Ini Ancaman Hukumannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

Besar-Besaran! Mie Gacoan Jawa Barat Adakan Loker untuk Tamatan SMA dan SMK

21 Feb 2026 15:54
Persib Bandung Gelar Loker Terbaru, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Persib Bandung Gelar Loker Terbaru, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

22 Feb 2026 15:20
FRESH GRADUATE MERAPAT! Indomaret Bandung Buka Loker Gede-Gedean Buat Lulusan SMA SMK

FRESH GRADUATE MERAPAT! Indomaret Bandung Buka Loker Gede-Gedean Buat Lulusan SMA SMK

18 Feb 2026 16:00
BARU! Alfamart Bandung dan Sekitarnya Gelar Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

BARU! Alfamart Bandung dan Sekitarnya Gelar Loker Buat Lulusan SMA dan SMK

22 Feb 2026 16:27
Bagaimana Puasanya Kawan?

Bagaimana Puasanya Kawan?

0
Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

0
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

0
Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

0
Bagaimana Puasanya Kawan?

Bagaimana Puasanya Kawan?

28 Feb 2026 07:31
Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

Ngabuburit Di Simpang Empat Purwawinangun sambil Berburu Takjil

27 Feb 2026 23:25
Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

Jaga Kepercayaan Publik, BAZNAS RI Perkuat Pengawasan Berlapis yang Transparan dan Akuntabel

27 Feb 2026 23:11
Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

Duh, Menu MBG di Cileunyi Ada Kacang Bulu dan Ubi untuk Balita, Layakkah?

27 Feb 2026 23:02
  • About
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
  • Sertifikat JMSI
Hubungi Kami : [email protected]

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • News
  • Bandung Raya
  • Lifestyle
  • Persib
  • Sport
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Ragam
  • Berita Bank bjb
  • Wakil Rakyat
  • Opini
  • Indeks Berita

© 2025 Teras Jabar - dari Jawa Barat untuk Indonesia. All Rights Reserved.