TERASJABAR.ID – Daging rusa atau venison merupakan jenis daging merah dengan tekstur, rasa, dan aroma khas.
Bagi yang belum pernah mencobanya, teksturnya mirip daging sapi, namun lebih padat dan sedikit lebih keras karena kandungan lemaknya lebih rendah.
Di Indonesia, daging rusa umumnya diolah menjadi dendeng, panggang, atau bakar, terutama di wilayah timur, sementara di negara Barat daging ini sering dikonsumsi pada musim tertentu, seperti musim gugur.
Daging rusa kaya nutrisi penting. Dalam 100 gram daging terdapat sekitar 120 kalori, 23 gram protein, 2,4 gram lemak, 320 mg kalium, 200 mg fosfor, 10 mg selenium, 5 mg kalsium, 3,5 mg zat besi, 4 mikrogram folat, serta vitamin B1, B2, B3, dan zinc.
Kandungan protein tinggi serta lemak rendah membuatnya baik untuk diet, membantu mengontrol nafsu makan, meningkatkan pembakaran kalori, dan menjaga metabolisme tubuh.
Daging rusa juga mendukung kesehatan jantung, menurunkan risiko kolesterol tinggi, menjaga tekanan darah berkat kalium, mencegah anemia melalui zat besi dan folat, serta memperkuat sistem imun.
Meski bermanfaat, konsumsi daging rusa perlu hati-hati.
Hewan liar ini bisa menularkan penyakit seperti brucellosis atau diduga chronic wasting disease jika dikonsumsi mentah atau kurang matang.
Untuk mengurangi risiko, pilih potongan has yang rendah kolesterol, gunakan alat pelindung saat memotong, cuci tangan dan peralatan dengan sabun, dan masak hingga suhu minimal 74°C.
Dengan pengolahan yang tepat, daging rusa aman dikonsumsi dan menawarkan banyak manfaat kesehatan.
Namun, bagi yang ragu atau memiliki kondisi khusus, konsultasi ke dokter disarankan sebelum mencoba daging ini.-***
















