TERASJABAR.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) mengapresiasi rencana penayangan film fiksi ilmiah keluarga Pelangi di Mars karya sineas Indonesia di momentum Lebaran nanti.
Film yang menghadirkan eksplorasi cerita sains dan teknologi dalam perfilman nasional akan memperkaya industri ekonomi kreatif, khususnya subsektor film.
“Film ini menunjukkan keberanian sineas Indonesia untuk mengeksplorasi genre fiksi ilmiah yang selama ini masih relatif jarang digarap dalam perfilman nasional. Selain itu, penggunaan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine dalam proses produksinya juga menunjukkan bahwa industri film Indonesia mampu mengadopsi inovasi teknologi kelas dunia,” ujar Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf, Agustini Rahayu, dalam kegiatan intimate screening bersama insan perfilman di Plaza Senayan XXI, Jakarta.
Dilansir laman Kementerian Ekraf, Agustini menilai Pelangi di Mars mencerminkan perkembangan positif subsektor film yang mulai menghadirkan ragam genre sekaligus memanfaatkan teknologi produksi yang semakin maju.
Ia menambahkan, Kementerian Ekraf terus mendorong penguatan ekosistem industri film nasional melalui berbagai langkah strategis, termasuk membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi para pelaku industri kreatif.
“Kami berharap film ini dapat menginspirasi lebih banyak sineas Indonesia untuk terus bereksperimen dengan teknologi baru dan menghadirkan cerita yang relevan bagi masyarakat. Industri film merupakan bagian penting dari ekonomi kreatif yang kita dorong sebagai the new engine of growth bagi perekonomian nasional,” ujar Agustini.
Menurutnya, kehadiran film keluarga juga memiliki peran penting dalam menghadirkan pilihan hiburan yang dapat dinikmati lintas generasi di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran.
“Momentum Ramadan dan Lebaran menjadi waktu yang penting bagi masyarakat untuk menikmati hiburan berkualitas bersama keluarga. Film keluarga seperti Pelangi di Mars dapat menjadi pilihan tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menghadirkan pesan tentang ilmu pengetahuan, keberanian bermimpi, serta kepedulian terhadap masa depan Bumi,” kata Agustini.
















