TERASJABAR.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan belum siap mencari kesepakatan untuk menghentikan konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Ia menilai Iran memang ingin bernegosiasi mengenai gencatan senjata, tetapi Washington masih ingin memperoleh persyaratan yang lebih menguntungkan sebelum menyetujui kesepakatan apa pun.
Pernyataan itu muncul ketika Iran melancarkan serangan rudal dan drone ke sejumlah wilayah di Teluk dan Israel, sementara serangan udara gabungan AS dan Israel kembali menargetkan fasilitas militer Iran.
Konflik tersebut memicu kekacauan di kawasan Timur Tengah, mengganggu penerbangan global serta ekspor minyak, dan menyebabkan lonjakan harga energi dunia.
Ketegangan juga meningkat setelah jalur pelayaran di Selat Hormuz hampir tertutup, yang berdampak pada sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Trump bahkan menyebut kemungkinan serangan lanjutan terhadap fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg.
Ia juga meminta negara lain membantu melindungi kapal tanker yang melewati selat tersebut, sementara ratusan kapal dilaporkan terjebak di Laut Merah.
Di sisi lain, Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan siap mempertimbangkan proposal yang mencakup penghentian total perang, meski hingga kini belum ada kemajuan nyata dalam upaya mediasi.
Menurut laporan International Committee of the Red Cross, lebih dari 1.300 orang tewas akibat serangan AS dan Israel di Iran, termasuk ratusan perempuan dan anak-anak.
Konflik ini juga memicu jutaan warga mengungsi dan memperluas kekerasan di wilayah lain seperti Irak dan Lebanon, melibatkan kelompok seperti Hezbollah yang juga melancarkan serangan terhadap Israel.-***
















