TERASJABAR.ID – Cacing gelang (Ascaris lumbricoides) merupakan parasit berbentuk bulat dan panjang yang sering ditemukan di lingkungan yang kurang higienis.
Ukurannya bervariasi, mulai dari beberapa milimeter hingga mencapai dua meter.
Parasit ini dapat masuk ke tubuh manusia melalui makanan yang terkontaminasi dan hidup di dalam usus, mengambil nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.
Beberapa spesies bahkan bisa berpindah ke organ lain, seperti paru-paru.
Siklus hidup cacing gelang dimulai ketika telur yang tertelan menetas di usus menjadi larva.
Larva kemudian menembus dinding usus, tumbuh menjadi dewasa, dan berkembang biak dengan menghasilkan telur hingga 200.000 butir per hari.
Sebagian telur keluar melalui feses, sementara sebagian larva dapat berpindah ke paru-paru sebelum kembali ke usus.
Infeksi cacing gelang dapat menimbulkan berbagai penyakit, seperti ascariasis dan strongyloidiasis.
Gejala awal sering tidak terlihat, tetapi saat jumlah cacing meningkat, penderita dapat mengalami mual, muntah, diare, nyeri perut, penurunan nafsu makan, berat badan menurun, demam dan kelelahan.
Jika cacing menyebar ke paru-paru, gejala bisa berupa batuk, sesak napas, napas berbunyi, batuk berdarah, hingga nyeri dada.
Infeksi yang tidak ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia aspirasi dan penyumbatan saluran hati atau pankreas.
Pada anak-anak, infeksi dapat mengganggu tumbuh kembang akibat nutrisi yang terserap kurang optimal.
Pencegahan dilakukan dengan menjaga kebersihan makanan, memasak hingga matang, mencuci tangan sebelum makan dan setelah ke kamar mandi, serta rutin mengonsumsi obat cacing.
Konsultasi dokter dianjurkan jika muncul gejala infeksi cacing gelang untuk penanganan yang tepat.-***












