TERASJABAR.ID – Roti berjamur sering dianggap tidak berbahaya dan masih dikonsumsi setelah bagian yang berjamur dibuang.
Padahal, kondisi ini bisa menandakan bahwa seluruh roti sudah terkontaminasi, meskipun jamurnya tidak terlihat.
Karena itu, penting untuk mengetahui risiko roti berjamur serta cara mencegahnya agar kesehatan tetap terjaga.
Jamur pada roti biasanya muncul karena penyimpanan yang kurang tepat, udara yang lembap, atau suhu ruangan yang terlalu tinggi.
Selain mengubah tampilan, roti berjamur juga dapat membahayakan tubuh karena beberapa jenis jamur mampu menghasilkan zat beracun.
Ciri-Ciri Roti Berjamur
Roti yang sudah berjamur biasanya menunjukkan perubahan pada warna, bau, dan tekstur.
Bercak hijau, biru, hitam, atau putih yang terlihat seperti bulu menjadi tanda paling jelas.
Selain itu, roti juga bisa berbau apek atau asam serta terasa lebih lembap dan lembek.
Perlu diketahui, roti berjamur tidak boleh dikonsumsi meskipun bagian yang terlihat rusak sudah dibuang.
Hal ini karena jamur dapat menyebar ke seluruh bagian roti.
Dampak Mengonsumsi Roti Berjamur
Makan roti berjamur bisa menimbulkan gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, sakit perut, dan diare.
Pada beberapa orang, roti berjamur juga dapat memicu reaksi alergi.
Bahkan, orang dengan daya tahan tubuh lemah berisiko mengalami infeksi akibat jamur.
Penanganan Jika Tidak Sengaja Mengonsumsinya
Jika tanpa sengaja memakan roti berjamur, sebaiknya istirahatkan perut terlebih dahulu, perbanyak minum air putih, dan konsumsi makanan yang ringan serta mudah dicerna.
Bila gejala tidak membaik atau justru semakin parah, segera periksakan diri ke dokter.-***

















