TERASJABAR.ID – Pascaperayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menyisakan tumpukan sampah yang semakin menggunung di Kota Kuningan dan sekitarnya, termasuk wilayah pedesaan. Berdasarkan update data dari Dinas Lingkungan Hidup, volume sampah selama Ramadan hingga pascalebaran mencapai 495 ton per hari. Sementara dari jumlah tersebut, armada truk maksimal hanya 315 ton yang mengangkut sampah ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) di Desa Ciniru-Jalaksana.
Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah ini, Pemkab akan melaksanakan progres transformasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang akan disulap menjadi Fasilitas Pengelolaan Sampah Terpadu.

Proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi erat dengan pemerintah pusat untuk menghadirkan solusi lingkungan yang modern dan berkelanjutan di Kabupaten Kuningan, tutur Bupati Dian RY saat meninjau langsung TPA di Desa Ciniru, Kamis (26/3/2026).
Kolaborasi ini ujar Dian, merupakan wujud nyata sinergi antara pusat dan daerah. “​Misi kita jelas. TPA bukan lagi sekadar tempat penumpukan sampah, melainkan pusat edukasi dan pengelolaan limbah yang bernilai guna. Dengan teknologi yang lebih ramah lingkungan, kita targetkan pengurangan volume sampah secara signifikan sekaligus menciptakan potensi energi baru. Ini adalah langkah besar untuk memastikan Kuningan tetap asri dan sehat bagi generasi mendatang, selaras dengan semangat Kuningan Melesat,” paparnya.
“​Terima kasih atas dukungan kementerian terkait yang telah mempercayakan program ini kepada kita. Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, karena fasilitas terpadu ini akan bekerja maksimal jika didukung oleh budaya peduli lingkungan dari hulu. Mari kita jaga bumi Kuningan agar tetap hijau dan nyaman untuk anak cucu kita,” jelas Bupati.*

















