TERASJABAR.ID – Lebih dari satu juta warga Iran dilaporkan telah dimobilisasi untuk menghadapi kemungkinan konfrontasi darat dengan Amerika Serikat.
Informasi tersebut disampaikan kantor berita Mehr News Agency pada Kamis (26/3), dengan mengutip sejumlah sumber.
Sebelumnya, harian The Wall Street Journal melaporkan bahwa operasi darat oleh pasukan AS di Iran diduga sudah dirancang dan berpotensi segera dilaksanakan.
Laporan tersebut disebut bersumber dari beberapa anggota Kongres AS.
Menanggapi kabar rencana serangan tersebut, media militer Iran melalui platform X menyatakan kesiapan negaranya untuk menghadapi kedatangan tentara Amerika.
Dalam pernyataannya, mereka menegaskan bahwa Iran merupakan tempat para pejuang dari Palestina, Lebanon, Irak, dan Yaman berlatih kemampuan tempur darat secara profesional.
Ketegangan ini berawal dari serangan yang dilancarkan AS dan Israel pada 28 Februari terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.
Serangan tersebut menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dalam perkembangan selanjutnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas pada hari pertama operasi militer tersebut.
Pemerintah Iran pun menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, sementara Vladimir Putin mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional.-***
















