TERASJABAR.ID – Komisi II DPR RI mendorong perbankan daerah agar lebih aktif menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif, terutama UMKM, guna memperkuat pertumbuhan ekonomi di daerah.
Anggota Komisi II DPR RI, Ahmad Heryawan, menyebut bahwa saat ini penyaluran kredit bank daerah masih didominasi sektor konsumtif, khususnya kepada aparatur sipil negara (ASN), yang cenderung aman tetapi kurang memberikan dampak signifikan bagi sektor riil.
“Segmen konsumtif sudah berjalan dan relatif aman. Tantangannya adalah meningkatkan porsi kredit produktif,” ujarnya, seperti ditulis Parlementaria pada Jumat, 3 April 2026.
Politisi Fraksi PKS tersebut menilai, peningkatan pembiayaan UMKM dapat dilakukan melalui sinergi antara bank daerah dan pemerintah daerah.
Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan penempatan dana daerah yang kemudian disalurkan kembali dalam bentuk kredit usaha.
Menurutnya, skema perbankan dinilai lebih efektif dibandingkan bantuan langsung karena tetap menjaga kedisiplinan dalam pengembalian.
Di sisi lain, Anggota Komisi II DPR RI, Fauzan Khalid, menegaskan bahwa bank daerah tidak hanya berfokus pada keuntungan semata. Ia menilai, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi UMKM, juga harus menjadi prioritas.
Berdasarkan data yang dipaparkan, kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih tergolong terbatas.
Karena itu, Komisi II DPR RI mendorong optimalisasi peran bank daerah, termasuk BRK Syariah, sebagai penggerak utama ekonomi daerah melalui pembiayaan sektor produktif.-***
















