TERASJABAR.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendukung penuh Transformasi Budaya Kerja dan Gerakan Hemat Energi sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan nasional.
Transformasi ini tidak hanya mendorong efisiensi dan adaptivitas birokrasi, tetapi juga memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal dan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Pada prinsipnya, Transformasi Budaya Kerja mengacu tiga pilar utama. Pilar pertama mencakup pemerataan akses dan keadilan layanan. Transformasi kerja tidak mengurangi layanan—justru memastikan layanan tetap hadir untuk semua.
Pelaksanaan kebijakan dan program pendidikan tetap berjalan tanpa henti dengan dukungan berbagai kanal layanan yang mudah diakses masyarakat.
Pilar kedua mencakup relevansi dan masa depan di mana cara kerja baru merupakan bagian dari kesiapan pendidikan dalam menghadapi masa depan.
Digitalisasi layanan dan penguatan budaya kerja adaptif menjadi fondasi penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang tangguh dan inovatif.
Lalu, pilar ketiga adalah partisipasi semesta. Pemerintah meyakini, perubahan hanya akan berhasil jika dilakukan bersama.
Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjadi teladan dalam penerapan budaya kerja baru, satuan pendidikan didorong mengembangkan praktik baik dalam kebiasaan hemat energi, dan masyarakat menjadi bagian aktif dalam gerakan ini.
















