TERASJABAR.ID – Insiden pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang di Jalan Bojong Raya Caringin, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon yang menimpa mobil saat melaju Jumat (3/4/2026) siang kemarin pengemudinya yang tewas terungkap.
Korbannya, Diding Nuryaman (45) yang merupakan warga Kampung Jatidua, Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Diding meninggalkan seorang istri dan 4 orang anak. Anaknya yang sulung sudah bekerja dan anak yang bungsu masih duduk di kelas 1 SD.
Lisnawati, istri Diding mengatakan, suaminya sehari-hari bekerja sebagai kurir angkutan barang memakai mobil.
Sebelum menerima kabar suaminya tewas tertimpa pohon tumbang, Lisnawati mengaku sempat berkomunikasi dengan suaminya.
“Ya sebelum kejadian, saya sempat berkomunikasi (chatan) katanya masih mengantar barang,” kata Lisnawati kepada wartawan di rumah duka, Sabtu (4/4/2026).
Ketika mendengar kabar suaminya tewas, kata Lisnawati, ia terkejut. Jasad suaminya sempat dibawa ke RSHS Bandung dan kemudian dibawa keluarganya untuk dimakamkan tak jauh dari rumahnya.
Sementara itu, Analis Kebencanaan BPBD Kota Bandung, Agung Rahmat Riyadi membenarkan Diding, pengemudi Suzuki Carry nopol Z 1171 CY tewas tertimpa pohon saat sedang melaju.
“Korban ada di wilayah Caringin. Kejadian tersebut menimpa sebuah mobil, dan penanganannya dilakukan oleh BPBD Kota Bandung bersama petugas gabungan lainnya,” kata Agung Rahmat Riyadi.
Agung menyatakan korban telah dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk penanganan lebih lanjut. Nyawa korban tak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Berdasarkan catatan, hujan deras disertai angin kencang membuat 33 titik pohon tumbang. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring pendataan di lapangan.
Selain menyebabkan korban jiwa, sejumlah pohon tumbang juga sempat mengganggu arus lalu lintas. Salah satunya di kawasan Pasteur yang sempat tersendat hingga Simpang Cihampelas, termasuk di Jalan Setiabudi arah Bandung menuju Lembang.
Agung pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang saat peralihan cuaca. “Pengguna jalan kami minta untuk menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho, serta segera mencari tempat aman apabila cuaca ekstrem terjadi,” pungkasnya.













