TERASJABAR.ID – Donald Trump pada Sabtu kembali menyampaikan pernyataan keras melalui media sosial.
Ia mengingatkan soal ultimatum yang sebelumnya diberikan kepada Iran pada 26 Maret, terkait tuntutan untuk mencapai kesepakatan atau membuka Selat Hormuz.
Dalam unggahannya, Trump menegaskan bahwa waktu yang diberikan hampir habis, bahkan menyebut hanya tersisa 48 jam sebelum situasi memburuk.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari pihak militer Iran.
Melalui perwakilannya, Ali Abdollahi Aliabadi menolak ultimatum tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk ancaman yang tidak rasional, emosional, serta tidak mencerminkan perhitungan matang.
Ia juga membalas dengan peringatan keras menggunakan nada serupa, menyatakan bahwa konsekuensi besar bisa terjadi bagi pihak lawan.
Tak lama setelah itu, Trump kembali membuat unggahan lain berupa video yang memperlihatkan ledakan besar di langit malam.
Dalam keterangan yang menyertainya, ia mengklaim bahwa sejumlah pemimpin militer Iran tewas dalam serangan besar di Teheran.
Namun, ia tidak memberikan rincian waktu kejadian maupun konfirmasi tambahan terkait insiden tersebut, sehingga memicu berbagai spekulasi mengenai situasi yang sebenarnya terjadi.-***
















