TERASJABAR.ID – Suasana bahagia pesta pernikahan di Kampung Cikumpay PTPN, Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, berujung duka, Sabtu (4/4/2026). Dadang (58), pemilik hajatan secara tragis tewas mengenaskan setelah dianiaya brutal oleh sekelompok preman kampung.
Hingga Senin (6/4/20226) para pelaku pengeroyokan masih dalam pengejaran jajaran Polres Purwakarta.
Mirisnya, aksi penganiayaan maut tersebu dipicu hal sepele, yakni pelaku kesal karena tidak diberi minuman keras (miras) oleh korban.
Kejadian tragis tersebut berawal saat Dadang menggelar pesta pernikahan anaknya dengan meriah. Di tengah keramaian tamu undangan, sejumlah pemuda yang diduga preman kampung datang ke lokasi hajatan. Tanpa rasa sungkan, mereka meminta tuan rumah menyediakan minuman keras untuk berpesta.
Korban, yang berusaha menjaga kesantunan dan kekhusyukan acara sakral keluarganya, menolak permintaan tersebut. Tak terima ditolak, para pelaku langsung naik pitam dan melakukan pengeroyokan secara membabi buta.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sekelompok pereman kampung tersebut datang meminta jatah uang kepada pemilik hajatan. Namun korban tidak memerikan karena diduga akan digunakan untuk membeli minuman keras (miras). Hingga akhirnya terjadi keributan. Dadang sebagai tuan rumah dikeroyok hingga tidak sadarkan diri, sebelum akhirnya dilaporkan meninggal dunia.
Suasana pesta pernihakan pun berubah kacau, diselimuti tangisan histeris dari keluarga. Dalam video yang beredar, menyebutkan Istri korban langsung pingsan dan dibopong oleh para tamu undangan. Begitu juga korban, yang tampak sudah tidak sadar tergeletak di tengah berlangsungnya pesta pernikahan.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), menemukan benda berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala,” kata Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, Senin (6/4/2026).
Enjang mengungkap, korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya sudah tidak tertolong. Hingga Sabtu malam sekitar pukul 21.30 WIB, jenazah korban masih berada di RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk penanganan visum guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Peristiwa memilukan ini pun viral di media sosial dan mendapat sorotan tajam dari pengguna sosial. Sejumlah netizen yang menyaksikan video saat peristiwa kejadian mengutuk keras para pereman kampung itu dan mendesak polisi segera menangkapnya.
Sementara itu, suasana duka menyelimuti pemakaman Dadang korban pengeroyokan brutal Minggu (5/4/2026) sore di tempat pemakaman umum yang berjarak 40 kilometer dari Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di Desa Depok, Kecamatan Darangdan, Purwakarta.
Prosesi pemakaman berlangsung haru dan dihadiri keluarga, kerabat, serta warga sekitar yang turut mengantarkan kepergian korban. Pihak kepolisian turut hadir dalam prosesi pemakaman untuk memastikan situasi tetap kondusif. Hingga saat ini, aparat masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
















