TERASJABAR.ID – Gigi berlubang pada anak tidak boleh dianggap sepele.
Selain menimbulkan sakit gigi yang mengganggu, kondisi ini juga bisa memicu berbagai masalah kesehatan yang lebih serius.
Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis tanpa diimbangi perawatan gigi yang baik menjadi salah satu penyebab utama munculnya gigi berlubang.
Sisa makanan yang menempel di gigi dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri.
Bakteri tersebut membentuk plak dan menghasilkan asam yang secara perlahan merusak lapisan email gigi hingga terbentuk lubang.
Perlu diketahui, anggapan bahwa gigi berlubang disebabkan oleh ulat hanyalah mitos.
Dampak dari gigi berlubang cukup beragam. Awalnya mungkin tidak terasa, tetapi seiring waktu, lubang yang membesar dapat menyebabkan nyeri hebat, terutama saat mengonsumsi makanan panas atau dingin.
Kondisi ini bisa membuat anak sulit makan, terganggu tidurnya, hingga sulit berkonsentrasi saat belajar.
Jika tidak ditangani, gigi berlubang juga dapat menyebabkan gigi rapuh, patah, bahkan copot.
Hal ini tentu memengaruhi kemampuan mengunyah serta kepercayaan diri anak.
Dalam kasus tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi abses gigi yang berisi nanah dan terasa sangat sakit.
Infeksi ini bahkan bisa menyebar ke bagian tubuh lain.
Selain itu, gigi susu yang rusak dapat memengaruhi pertumbuhan gigi permanen, membuatnya lebih rentan berlubang dan berubah warna.
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membiasakan anak menjaga kebersihan gigi, membatasi makanan manis, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter.-***















