TERASJABAR.ID – Ruas jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) sepanjang 80 meter mengalami retakan, tepatnya di KM 207. Pengelola jalan Tol Cisumdawu akan memberlakukan sistem contra flow di jalur B (arah ke Bandung). Hal ini untuk mendukung proses perbaikan, sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.
Agustinus, Direktur Operasional PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), pengelola Tol Cisumdawu, ketika dikonfirmasi membenarkan ada jalan sekitar 80 meter mengalami keretakan. “Retakan terjadi di KM 207+300 hingga KM 207+400. Saat ini sedang proses perbaikan,” kata Agustinus, Selasa (7/4/2026).
Retakan jalan, kata Agustinus, dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya curah hujan tinggi dan kondisi tanah yang masih dalam kajian teknis. Namun jalan dinyatakan aman dan laik untuk dilalui dengan pengaturan lalu lintas khusus. “Langkah cepat telah dilakukan untuk menangani kondisi tersebut. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Saat ini, sambung Agustinus, dilakukan pengalihan lalu lintas dan akan diberlakukan contra flow di jalur B arah Bandung dari KM 206+125 hingga KM 208+200.
Pemberlakuan contra flow ini memungkinkan kendaraan dari dua arah berbagi satu jalur, khususnya di area terdampak. Sistem ini direncanakan berlaku selama 24 jam selama proses perbaikan berlangsung.
Diungkapkan Agustinus, sejumlah langkah penanganan sementara telah dilakukan, seperti penutupan retakan menggunakan aspal (joint sealant), pemasangan terpal untuk mencegah air masuk dan pemasangan rambu peringatan.
Selain itu, investigasi teknis juga melibatkan konsultan ahli untuk mengidentifikasi pergerakan tanah menggunakan alat seperti inklinometer dan theodolite.
Untuk penanganan jangka panjang, dikatakan Agustinus, PT CKJT merencanakan penguatan struktur dengan metode bore pile hingga kedalaman sekitar 30 meter sepanjang kurang lebih 100 meter di titik terdampak.
Terkait pemberlakuan rekayasa lalu lintas tersebut, pihak PT CKJT mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi area retakan. Pengguna jalan disarankan untuk mengurangi kecepatan kendaraan di kisaran 40–50 km/jam, mengingat kondisi jalan yang menurun, khususnya pada arah Bandung menuju Cirebon, karena dinilai cukup berisiko.
Selain itu, pengendara diminta untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas serta mengikuti arahan petugas di lapangan guna menghindari potensi kecelakaan.
PT CKJT pun memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif di lokasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjamin keamanan dan kelancaran lalu lintas di Tol Cisumdawu selama masa perbaikan berlangsung.*











