TERASJABAR.ID – Melalui unggahan di media sosial, Donald Trump menyebut hari Selasa sebagai “hari besar bagi perdamaian dunia”.
Ia mengklaim Iran telah cukup menahan diri dan menyatakan bahwa Amerika Serikat akan membantu kelancaran arus pelayaran di Selat Hormuz.
Menurutnya, peluang ekonomi besar akan terbuka seiring dimulainya proses rekonstruksi di Iran.
Dalam pernyataannya di platform Truth Social, Trump juga mengatakan bahwa Amerika Serikat hanya akan “mengawasi” situasi untuk memastikan semuanya berjalan sesuai rencana.
Ia optimistis kondisi tersebut dapat terwujud dan bahkan menyebutnya berpotensi menjadi awal dari “Zaman Keemasan Timur Tengah”.
Meski demikian, rencana gencatan senjata selama dua minggu antara AS dan Iran masih bersifat sementara dan bergantung pada sejumlah syarat.
Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat juga belum secara resmi menerima undangan untuk mengikuti pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat di Islamabad.
Di sisi lain, sejumlah poin dalam proposal gencatan senjata yang sebelumnya diajukan Iran juga diketahui pernah ditolak oleh pihak AS.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada sinyal positif menuju deeskalasi, masih terdapat sejumlah perbedaan yang perlu diselesaikan sebelum kesepakatan damai dapat benar-benar terwujud secara menyeluruh.-***
















