TERASJABAR.ID – Hansi Flick mengaku puas namun tetap menahan euforia setelah FC Barcelona menang 2-1 atas Atlético Madrid di Metropolitano.
Kemenangan ini memperkuat posisinya dalam perburuan gelar La Liga, tetapi sang pelatih melihat masih banyak hal yang perlu dibenahi.
Meski Robert Lewandowski mencetak gol penentu di menit akhir, suasana tim tidak sepenuhnya meriah.
Beberapa pemain justru tampak frustrasi. Lamine Yamal terlihat kesal saat meninggalkan lapangan, sementara Pedri menunjukkan tanda kelelahan setelah serangan demi serangan gagal dimaksimalkan.
Barcelona kesulitan sejak babak pertama, meski Atlético menurunkan banyak pemain pelapis.
Tim asuhan Diego Simeone tetap mampu memanfaatkan celah dari tekanan tinggi Barcelona.
Strategi sederhana Atlético, –memancing pressing lalu mengirim umpan ke pemain yang berlari dari lini kedua– berulang kali merepotkan lini belakang Blaugrana.
Berbeda dengan Barcelona yang terlihat tegang, Atlético justru tampil penuh antusias.
Antoine Griezmann bahkan mengaku sangat bersemangat menghadapi laga tersebut.
Flick menegaskan timnya harus tetap berpegang pada identitas permainan, meski mengakui Liga Champions akan menghadirkan tantangan berbeda.
Tanpa Raphinha dan dengan kondisi pemain yang tidak optimal, Barcelona menghadapi ujian berat.
Kini, harapan mereka bertumpu pada kualitas individu dan keyakinan bahwa performa di Liga Champions bisa berbeda dibanding laga domestik.-***















