TERASJABAR.ID – Transformasi digital UMKM telah memasuki fase baru. Akses internet tidak lagi menjadi masalah utama.
Tantangan terbesar kini bagaimana menciptakan pasar digital yang adil agar UMKM bisa tumbuh, bersaing, dan tidak tersingkir oleh produk impor di platform digital.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa hampir seluruh pelaku UMKM di Indonesia saat ini sudah terhubung dengan internet.
Dengan tingkat konektivitas yang mencapai sekitar 98 persen wilayah berpenduduk, fokus kebijakan tidak lagi pada mendorong UMKM masuk ke ruang digital.
“Kalau kita bilang UMKM harus go online, itu sudah selesai. Sekarang kita bicara bagaimana mereka bisa go produktif dan go kompetitif,” ujar Nezar dalam Tutur Economic Dialogue 2026 di Jakarta.
Ia menjelaskan transformasi digital kini diarahkan pada konsep meaningful connectivity, yaitu konektivitas yang menghasilkan pertumbuhan nyata.
Ukurannya bukan lagi jumlah UMKM yang online, tetapi kemampuan mereka meningkatkan kapasitas, memperluas pasar, dan naik kelas.
Namun di lapangan, tantangan yang dihadapi justru semakin kompleks.













