TERASJABAR.ID – Menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan rutin melakukan latihan kebugaran jasmani.
Aktivitas fisik yang konsisten membantu memperkuat jantung dan meningkatkan kemampuan tubuh memompa darah, sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan stroke.
Rekomendasi durasi latihan adalah 150 menit per minggu untuk olahraga ringan atau 75 menit per minggu untuk olahraga intens, setara dengan sekitar 30 menit per hari, lima kali seminggu.
Beberapa jenis latihan yang bermanfaat bagi jantung antara lain:
Aerobik:
Gerakan melibatkan otot besar, seperti jogging, bersepeda, lompat tali, menari, atau jalan cepat, efektif meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, dan mengontrol kadar gula.
Peregangan (Stretching):
Membantu meningkatkan aliran darah, menurunkan risiko serangan jantung dan stroke, serta mempersiapkan tubuh sebelum olahraga.
Strengthening (Penguatan Otot):
Latihan angkat beban, push-up, squat, dan chin-up dapat membangun otot, mengurangi lemak perut, menurunkan kolesterol jahat, dan meningkatkan kolesterol baik.
Tai Chi:
Olahraga Tiongkok ini menekankan pernapasan, konsentrasi, dan gerakan halus, efektif menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan berat badan serta mengurangi stres.
Yoga:
Menggabungkan gerakan, pernapasan, dan meditasi untuk mengendalikan tekanan darah, kolesterol, dan berat badan.
Zumba:
Senam tarian Latin yang meningkatkan kapasitas aerobik dan kesehatan kardiovaskular.
HIIT:
Latihan interval intensitas tinggi yang meningkatkan daya tahan jantung dan membakar kalori lebih cepat.
Kalistenik:
Latihan dengan berat tubuh sendiri, seperti push-up dan pull-up, baik untuk kekuatan otot dan kebugaran jantung.
Pilates:
Fokus pada inti tubuh, fleksibilitas, dan pernapasan, aman dan bermanfaat bagi jantung.
Lompat Tali:
Meningkatkan detak jantung, koordinasi, dan daya tahan kardiovaskular.
Body Combat:
Kombinasi gerakan bela diri yang memperkuat jantung, stamina, dan kebugaran.
Memilih latihan sesuai kemampuan dan melakukannya secara rutin membantu jantung bekerja optimal.
Jika muncul nyeri dada, pusing, atau gejala lain saat berolahraga, segera hentikan aktivitas dan periksakan diri ke tenaga medis.-***
















