TERASJABAR.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung berkomitmen mendukung pengembangan Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya.
Menurut Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, proyek ini merupakan upaya kolaboratif lintas daerah di Bandung Raya yang melibatkan Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi hingga Purwakarta ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).
Sedangkan wilayah Sumedang disebut telah memiliki skema pengelolaan sendiri, dan Garut direncanakan akan bergabung ke proyek di Legok Nangka.
“Ini adalah komitmen bersama untuk menyukseskan pengelolaan sampah berbasis teknologi di kawasan Bandung Raya,” kata Farhan di Pendopo Kota Bandung, Kamis (09/04/2026).
Farhan menjelaskan, dalam waktu dekat proyek tersebut akan melalui tahap peninjauan dan rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Selanjutnya, pembangunan direncanakan akan dilaksanakan oleh Danantara dengan target waktu sekitar tiga tahun.
Selain Sarimukti, Farhan juga mengungkapkan rencana pengembangan lokasi alternatif bersama Pemerintah Kabupaten Bandung, pihaknya tengah mengkaji dua titik potensial yakni di kawasan Cicukang dan Jelekong.
“Kami sedang mempertimbangkan dua titik tersebut untuk pengolahan sampah berbasis teknologi. Apakah nantinya akan menjadi PSEL atau bentuk lain, masih dalam kajian,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan beberapa titik pengolahan sampah justru diperlukan untuk mengatasi tingginya volume sampah di wilayah Bandung Raya.
“Dari Kota Bandung dan Kabupaten Bandung saja, produksi sampah sudah lebih dari 3.500 ton per hari. Jadi kita tidak kekurangan suplai justru perlu sistem yang mampu mengelolanya dengan baik,” tuturnya.













