TERASJABAR.ID – Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menyoroti sistem penerimaan mahasiswa baru di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dinilai kurang adil bagi keberlangsungan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
Ia menyoroti khususnya lamanya durasi pendaftaran jalur mandiri yang kerap diperpanjang hingga Agustus.
Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut menjelaskan bahwa pembentukan Panitia Kerja (Panja) dilatarbelakangi banyaknya keluhan dari PTS. Mereka merasa tertekan oleh kebijakan jalur mandiri PTN yang dinilai menyerap terlalu banyak calon mahasiswa.
Ia menilai perlu adanya penataan ulang agar terjadi keseimbangan peran antara PTN dan PTS.
Menurutnya, PTN seharusnya lebih difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, sementara PTS didorong untuk memperluas akses.
Hal ini disampaikan saat kunjungan kerja Komisi X di Universitas Riau, Pekanbaru, Riau.
Selain itu, ia juga menyoroti jadwal pendaftaran PTN yang sering molor hingga Juli bahkan Agustus.
Kondisi ini dinilai mempersempit ruang bagi PTS dalam menjaring mahasiswa baru secara proporsional.
Fikri juga mengingatkan soal tumpang tindih program studi antar lembaga pendidikan, termasuk di bawah Kemendikdasmen-Ristek, Kementerian Agama, dan Perguruan Tinggi Kementerian/Lembaga.
Ia menilai perlu pengaturan yang lebih jelas agar masing-masing institusi memiliki keunggulan berbeda dan tidak saling bersaing secara langsung.-***

















