TERASJABAR.ID — Anggota DPRD Kota Bandung, Andri Gunawan, menanggapi pernyataan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, terkait rencana penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Panjunan.
Sebelumnya, Farhan menyebut keberadaan PKL di Jalan Panjunan menjadi salah satu faktor kerusakan jalan serta penyebab kemacetan. Ia bahkan berencana menunda perbaikan jalan hingga penertiban dan penataan PKL dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, Andri menyayangkan sikap tersebut. Ia menilai kerusakan jalan tidak semata-mata disebabkan oleh aktivitas PKL.
“Kerusakan jalan itu bukan hanya terjadi di Jalan Panjunan, tapi sudah terlihat sejak kawasan Jalan Otto Iskandardinata,” ujar Andria, Rabu (16/04/2026]
Menurut Andri, jika anggaran perbaikan sudah tersedia, pemerintah seharusnya segera melakukan perbaikan jalan dan sistem drainase tanpa harus menunggu penataan PKL.
Ia juga mendorong pendekatan yang lebih humanis dalam menyelesaikan persoalan tersebut, dengan mengedepankan dialog antara pemerintah dan para pedagang.
“Saya sarankan meniru cara-cara pemimpin yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk berdialog dan mencari solusi bersama,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan itu meyakini, pendekatan musyawarah akan memunculkan empati dari masyarakat, termasuk para PKL, sehingga persoalan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Orang Bandung itu dikenal ‘hade ku basa’. Dengan komunikasi dan diskusi yang baik, persoalan bisa diselesaikan satu per satu,” tambahnya.
Andri juga menilai para PKL, khususnya di wilayah Astanaanyar, selama ini cukup patuh terhadap aturan jika diajak berkomunikasi dengan baik.
“Buktinya, setiap malam Jumat dan hari Jumat, para PKL kuliner di Astanaanyar tidak berjualan,” ungkapnya.










