TERASJABAR.ID – Sampah rumah tangga hingga saat ini masih jadi persoalan di 7 desa di Kec. Cileunyi, Kab. Bandung. Sampah pun terlihat menggunung di sejumlah titik menunggu diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Bandung.
Camat Cileunyi, Cucu Endang ketika dikonfirmasi membenarkan jika saat ini masih terlihat tumpukan dan gunungan sampah yang belum tertangani oleh DLH Kab. Bandung. “Terhambat atau tertundanya penarikan sampah oleh DLH karena ada pembatasan kuota ritase ke TPAS Sarimukti Kab. Bandung Barat (KBB),” kata Cucu Endang, Kamis (23/4/2025).
Untuk penanganannya, kata Cucu, warga diminta berkoordinasi dengan desa, RW dan RT untuk melakukan korve (kerja bakti) rutin hari Selasa dan Jumat untuk bebersih lingkungan sekitar. Saat korve, carikan solusi dan inovasi penanganan sampah,” ungkap Cucu.
Ia menambahkan, kegiatan korve sudah dilakukan oleh seluruh karyawan Kec. Cileunyi setiap hari Selasa dan Jumat mulai pekan lalu di lingkungan kantor kecamatan dan sekitarnya.v”Kita akan kirim surat ke 7 kades di Kecamatan Cileunyi dan dinas terkait lainnya untuk korve tiap Selasa dan Jumat. Selanjutnya, kades menginformasikan ke RW dan RT agar melakukan korve,” tutur Camat.
Penanganan sampah di Cileunyi, sambung Cucu, bukan hanya tanggung jawab pemerintah (DLH), melainkan tanggung jawab semua (masyarakat). “Jika saat ini ada desa, RW, RT, kelompok masyarakat dan relawan telah bergerak menangani sampah, termasuk menghidupkan bank sampah, kita apresiasi.”
Diketahui, tumpukan dan gunungan sampah terlihat di sejumlah titik di Cileunyi. Di antaranya di Pasar Sehat Cileunyi, di sekitar kolong jembatan Tol Cisumdawu, depan stasiun kereta cepat Whoosh Tegalluar, Desa Cibiru Hilir, jalan provinsi, kabupaten, jalan desa dan di sejumlah komplek perumahan.*
















